Dedi Mulyadi Unggah Video saat Pidato, Luruskan Maksud Penerima Bansos Harus KB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kembali mengunggah cuplikan video saat dirinya pidato dalam acara Rapat Koordinasi Gawe Rancage Pak Kades Jeung Pak Lurah
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kembali mengunggah cuplikan video saat dirinya pidato dalam acara Rapat Koordinasi Gawe Rancage Pak Kades Jeung Pak Lurah, di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Senin 28 April 2025.
Pada unggahan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan keterangan tentang pidatonya yang tidak menyebut vasektomi sebagai syarat penerima bantuan sosial.
"Ini loh pernyataan resmi saya tentang bantuan sosial Provinsi Jawa Barat dan kepesertaan Keluarga Berencana (KB). Semoga menjadi pencerahan," tulis Dedi Mulyadi, Senin (5/5/2025
Sementara itu, dalam pidatonya, Dedi menjelaskan soal kepesertaan KB sebagai salah satu syarat penerima bantuan sosial dari pemerintah, bukan vasektomi.
"Nanti ke depan, ada 150 ribu penerima jaringan listrik baru dari Pemprov Jabar, tapi syaratnya boleh dipasang listrik tapi harus KB dulu," katanya.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengatakan ke depan anak-anak di Jabar yang mendapat beasiswa, orang tuanya harus sudah ikut KB, penerima bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan lainnya pun sama, harus sudah ikut KB.
Baca juga: Dikritik dan Diharamkan MUI, Pemkot Bandung Tak Akan Gegabah Terapkan Vasektomi Bagi Penerima Bansos
"Para penerima bantuan sosial yang penerimanya misalnya masih usia produktif, boleh nerima bantuan sosial tapi harus KB dulu," katanya.
Nantinya, kata dia, KB tidak selalu diterapkan pada ibu-ibu saja, tapi para laki-laki pun wajib di KB, agar jangan hanya perempuan yang terbebani urusan reproduksi.
"Data kependudukan itu saya ingin sudah tercantum orang itu KB atau tidak. Untuk apa? Ketika kami menurunkan bantuan, (sudah) ber-KB, beri bantuan. Belum ber-KB, KB dulu, tapi KB-nya harus laki-lakinya," ucapnya.
Menurutnya, laki-laki sebagai seorang suami memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya, termasuk dalam urusan reproduksi.
"Ini serius. Walaupun saya tidak punya istri, saya berpihak kepada kaum perempuan. Tapi perempuan yang memiliki arah dan tujuan bagi kesejahteraan keluarga. Seluruh ini harus jalan terintegrasi, jangan jalan sendiri-sendiri," katanya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Heboh Data Warga Bandung Diduga Bocor, DPRD Minta Pemkot Perkuat Mitigasi dan Pengamanan |
|
|---|
| ITB Siap Gelar UTBK 2026, Bakal Tampung Lebih dari 18 Ribu Peserta |
|
|---|
| Honda Safety Generation di SMAN 14 Bandung, Siswa Diajak Jadi Pelopor Keselamatan |
|
|---|
| Jangan Iseng Pakai Tiket Palsu, Satpol PP Siap Tindak Penonton Nakal di Laga Persib Vs Bali United |
|
|---|
| Jalan Akses Stadion GBLA Terendam 2 Kilometer Jelang Laga Persib, Rumah Pompa Disiagakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jabar-Dedi-Mulyadi-saat-memberikan-keterangan-di-Rindam-III.jpg)