Selasa, 19 Mei 2026

Pusat UTBK Unpad Temukan Kasus Pencurian Identitas, Diduga Berkaitan Modus Pencurian Soal

Temuan itu termasuk satu paket dari mulai mencuri soal untuk diolah dan disiapkan jawabannya, kemudian dijual atau digunakan oleh eksekutor.

Tayang:
HUMAS UNPAD / ARSIP
PESERTA UTBK - Sejumlah peserta saat mengikuti UTBK di Unpad Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (24/4/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat UTBK Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menemukan kasus pencurian identitas yang dilakukan salah seorang peserta.

Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, menduga temuan tersebut berkaitan modus pencurian soal UTBK.

Sebab, menurut dia, identitas yang digunakan peserta itu merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Medan, dan sama sekali tidak mendaftar UTBK pada tahun ini.

"Kami melihat temuan ini sebagai motif, karena pola soal yang nanti akan digunakan untuk sesi berikutnya," ujar Inu Isnaeni Sidiq melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/5/2025).

Ia mengatakan, temuan itu pun termasuk satu paket dari mulai mencuri soal untuk diolah dan disiapkan jawabannya, kemudian dijual atau digunakan oleh eksekutor yang menjadi joki.

Karenanya, kasus yang terjadi di Pusat UTBK Unpad bukan aksi perjokian mengingat pelaku mencuri dan menggunakan identitas orang lain, sehingga tidak diketahui pemilik aslinya.

Baca juga: Pesan WhatsApp Massal Unpad Berhasil Bongkar Pencurian Identitas oleh Peserta UTBK

"Kalau pun lulus UTBK, yang bersangkutan tidak akan bisa registrasi, karena data yang digunakan milik orang lain, sehingga temuan seperti ini diduga hanya memantau pola soal," kata Inu Isnaeni Sidiq.

Pihaknya memastikan, kasus yang ditemukan pada pekan lalu tersebut telah dilaporkan ke tim monitoring dan evaluasi (monev) Pusat UTBK Unpad.

Ia berharap, temuan itu dapat dikaji oleh tim monev tingkat nasional untuk ditindaklanjuti agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

Sementara Koordinator Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pusat UTBK Unpad, Rafly, mengatakan, kasus itu terbongkar ketika panitia Pusat UTBK Unpad mengirimkan WA blast kepada peserta.

Mulanya, WA Blast tersebut dikirimkan sebagai pengingat agar para peserta tidak terlambat datang ke lokasi ujian, dan membawa sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan untuk mengikuti UTBK.

"Pesan itu dikirimkan kepada peserta lada H-1 menjelang jadwal ujiannya, tetapi pada Jumat (25/4/2025) kami mendapat balasan dari seseorang berinisial NKA yang menyatakan dia mendapatkan pesan dari Pusat UTBK Unpad," kata Rafly.
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved