Minggu, 3 Mei 2026

Warga Karawang Kelimpungan Tak Bisa Akses IGD Rumah Sakit, Alasannya Selalu Sama

Sejumlah warga Karawang, Jawa Barat, dibikin kelimpungan karena sulitnya mendapatkan pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD) di semua rumah sakit.

Tayang:
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Sejumlah warga Karawang, Jawa Barat, dibikin kelimpungan karena sulitnya mendapatkan pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD) di semua rumah sakit.

Warga itu datang berobat dengan BPJS Kesehatan.

"Kemarin, saya mencari ruang IGD untuk orang tua saya. Hampir lima rumah sakit swasta maupun pemerintah. Alasan penuh. Kemudian dapat IGD, hanya saja ditawari ruang isolasi. Baru bisa masuk rawat inap dua hari kemudian," kata Rohendi warga Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, kepada Tribun Jabar, Jumat (2/5/2025).

Rohendi mengatakan, pihak rumah sakit swasta mengungkapkan untuk mendapatkan pelayanan IGD, harus menggunakan pembayaran secara pribadi.

Baca juga: Cucu di Karawang Terancam Dipenjara Seumur Hidup, Jadi Eksekutor yang Habisi Neneknya Sendiri

Yusuf, warga Puseurjaya juga mengaku harus kembali ke rumahnya setelah membawa istrinya pulang karena penolakan rumah sakit dengan alasan penuh.

"Semalam saya ke IGD dua rumah sakit, ditolak karena penuh," kata dia.

Sementara itu Gelar warga Karangpawitan mengaku harus mencari brangkar sendiri demi mendapatkan pelayanan di IGD RSUD Karawang untuk orang tuanya.

"Saya membawa ibu saya, tetapi IGD RSUD penuh dan memang saya lihat sangat penuh. Sehingga saya meminta izin untuk membawa brangkar sendiri. Alhamdulillah dapat izin," kata dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved