Pemerintah Diminta Tegas Tindak Ormas yang Diduga Ganggu Pembangunan Sarana Produksi BYD di Subang

Pemerintah diminta tegas atas praktik premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengganggu aktivitas investasi di kawasan industri.

Editor: Giri
Dok Humas Polres Subang
TINJAU PEMBANGUNAN - Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, saat meninjau pembangunan pabrik mobil listrik milik PT BYD Auto Indonesia di kawasan Industri Smartpolitan Cipeundeuy, Subang, Rabu(12/3/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pemerintah diminta tegas atas praktik premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengganggu aktivitas investasi di kawasan industri. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno.

Menurutnya, gangguan sepeti itu bisa menjadi preseden buruk bagi investor asing di Indonesia.

"Sempat ada permasalahan terkait premanisme, ormas yang mengganggu pembangunan sarana produksi BYD (di Subang). Pemerintah perlu tegas untuk kemudian menangani permasalahan ini," kata Eddy di akun instagramnya yang diunggah Minggu (20/4/2025).

"Jangan sampai investor yang datang ke Indonesia tidak mendapat jaminan keamanan. Jaminan keamanan adalah hal yang paling mendasar," lanjut Eddy.

Investasi pabrik perakitan mobil BYD di Subang, Jawa Barat, diproyeksikan menyerap 18 ribu tenaga kerja dan mulai berproduksi di 2026.

Aksi premanisme oleh ormas juga terjadi pada perusahaan otomotif Vietnam, Vinfast, seperti diungkap Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko.

Baca juga: Dedi Mulyadi Diultimatum Hercules, Ketum GRIB Gandeng Razman Beri Peringatan: Jangan Ganggu Ormas

Moeldoko mengatakan dia pernah mendapat laporan bahwa pembangunan pabrik Vinfast di Subang, Jawa Barat, diganggu oleh ormas.

Pabrik mobil listrik Vinfast ini memiliki nilai investasi 200 juta dolar AS atau setara Rp 3,2 triliun dan akan memproduksi 50 ribu kendaraan per tahun.

VinFast menjadwalkan pabrik ini mulai beroperasi pada Kuartal 4 tahun 2025 dan akan memproduksi model e-SUV versi kemudi kanan, di antaranya seri VF 3, VF 5, VF 6 dan VF 7 untuk pasar Indonesia.

Melalui pabrik ini, VinFast juga ingin berkontribusi dalam target pengurangan emisi pemerintah dan berkontribusi pada target 600 ribu produksi kendaraan listrik Indonesia pada 2030.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Kabupaten Subang berjalan kondusif dan tidak lagi diganggu oleh ormas.

Dedi mengatakan, ormas-ormas merupakan informasi lama yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.

"Enggak, itu berita lama. Cek saja sekarang, sekarang sudah sangat aman. Itu cerita lama, cerita yang disampaikan itu adalah cerita lama," kata Dedi  di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (23/4/2025), dikutip Kompas.com.

Menurut Dedi, permasalahan yang saat ini dihadapi dalam pembangunan pabrik BYD bukan terkait aksi premanisme, melainkan seputar pembebasan lahan.

"Problem di Subang itu bukan di premanisme. Problem di Subang itu adalah di percaloan tanah, bukan di premanismenya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved