Dedi Mulyadi Lulus Ujian 2 Prasasti Pajajaran, Segera Susun Buku Ilmiah: "Biar Nanti Tidak Mistik"
Saat ia berhasil melakukannya, para pengunjung di lokasi spontan berucap, "Alhamdulillah," seraya menunjukkan rasa takjub.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke Kota Bogor belakangan ini menjadi perhatian publik. Dalam kesempatan tersebut, Dedi disebut-sebut "lulus ujian" dari dua prasasti Kerajaan Sunda Pajajaran.
Namun, anggapan ini sejatinya hanyalah candaan yang diutarakan oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Meski begitu, momen tersebut tetap memunculkan daya tarik tersendiri.
Kang Dedi Mulyadi (KDM), begitu ia akrab disapa, menjajal pengalaman menapak tilas sejarah Pajajaran melalui prasasti-prasasti ikonik di Bogor. Salah satu "ujian" yang ia coba adalah menapaki jejak kaki Raja Sunda di prasasti Batutulis.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal KDM Channel pada Minggu (20/4/2025), terlihat bahwa ukuran kaki Dedi hampir serupa dengan jejak kaki Raja Sunda yang terpahat pada batu tersebut.
"Satu lagi ujiannya Pak Gubernur," ujar Dedie Rachim ketika Dedi hendak mencoba tantangan berikutnya, yakni batu lingga.
• Remaja Nakal dan Pembangkang Orang Tua akan Dididik di Markas TNI, Dedi Mulyadi Siapkan Programnya
Ujian kedua ini mengharuskan Dedi memunggungi batu lingga dan menyentuhkan kedua tangannya di sekeliling batu. Saat ia berhasil melakukannya, para pengunjung di lokasi spontan berucap, "Alhamdulillah," seraya menunjukkan rasa takjub. Momen ini mengundang senyum dan gelak tawa dari mereka yang hadir.
Selain berinteraksi dengan prasasti, Dedi juga menyempatkan diri menggali cerita dari tokoh-tokoh setempat mengenai prasasti Batutulis.
Prasasti ini memuat tulisan Sunda kuno serta jejak telapak kaki manusia yang menjadi saksi bisu peradaban masa lalu. Dalam percakapan, berbagai kisah rakyat tentang kesaktian yang disematkan pada prasasti ini pun muncul. Namun, KDM memandang kesaktian tersebut dari perspektif berbeda.
"Menurut saya begini, yang disebut kesaktian adalah ilmu pengetahuan. Pada zaman itu, teknologi sudah cukup maju sehingga mereka bisa membuat pahatan seperti ini yang bertahan hingga sekarang," ujar KDM.
Ia menambahkan, "Biar apa? Biar anak cucu Prabu Siliwangi jadi pintar. Kalau kita bilang ini hasil kesaktian, nanti anak cucu kita malah enggan belajar."
Dedi juga meluruskan pandangan yang kerap menganggap dirinya sebagai sosok yang dekat dengan hal-hal mistis.
"Saya ini orang yang disangka mistik, padahal mah akademik," katanya sembari tersenyum.
Ia menekankan pentingnya belajar dari masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa kini. "Jadi mari kita belajar. Kalau leluhur kita sudah bisa membuat prasasti seperti ini, hari ini kita harus lebih pintar dari mereka," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga mendapatkan informasi bahwa lokasi prasasti Batutulis dulunya merupakan tempat penobatan Raja Pajajaran yang dikenal sebagai Pakuan Pajajaran. Ia pun menyampaikan harapannya agar semangat dari era Pakuan Pajajaran dapat dihidupkan kembali di masa kini.
"Semangatnya harus semangat Pakuan Pajajaran: banyak pohonnya, rumah-rumah tertata rapi, masyarakatnya egaliter, ramah, saling asah, asih, dan asuh. Itulah semangat kita, pemimpin yang adil," paparnya yang langsung disambut dengan ucapan "amin" dari hadirin.
| Setelah Jadi Penasihat Gubernur, Susi Pudjiastuti Diusulkan KDM Jadi Komisaris Utama Bank BJB |
|
|---|
| Siang Ini Dedi Mulyadi Temui Korban Tabrakan KRL di Bekasi, Siapkan Santunan Rp50 Juta |
|
|---|
| Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat: Tahun Ini Harus Lelang |
|
|---|
| Profil Jembatan Cijeruk Penghubung Bojongsoang-Baleendah Ditutup Baru 4 Bulan Diresmikan |
|
|---|
| Terobosan Dedi Mulyadi: Kini Tak Perlu NIB dan NPWP untuk Bayar Pajak Angkutan Umum di Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-KDM-Channel-Minggu-2042025-Gubernur-Jawa-Ba.jpg)