Selasa, 2 Juni 2026

Banyak Pegawai Migran Jadi Korban Perdagangan Orang, Masyarakat Diminta Waspada Negara Rawan

Masyarakat diminta tidak tergiur dengan iming atau iklan lowongan kerja bergaji tinggi pada negara yang tidak memiliki kerja sama penempatan

Tayang:
Tribunbanyumas.com
ILUSTRASI TKI - Sejumlah masalah masih dhadapi pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Dari gaji tidak dibayar hingga kontrak tidak sesuai 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sejumlah masalah masih dhadapi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Dari gaji tidak dibayar hingga kontrak tidak sesuai.

Untuk itu, para PMI diminta untuk jangan ragu mengakses pelayanan dan bantuan lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara penempatan jika menghadapi masalah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani.

PMI pun bisa mengakses hotline milik Kementerian P2MI ataupun melaporkan masalhanya ke laman siskop2mi.bp2mi.go.id.

Baca juga: Tren Beli Emas Jelang Ramadan, Banyak Pekerja Migran Beli Emas untuk Dikirim ke Keluarga

Berikut hotline milik Kementerian P2MI: +622129244800 untuk luar negeri, dan 0-800-1000 untuk dalam negeri.

"Bisa juga melalui Whatsapp di nomor 0811-8080-141, Kantor BP3MI atau P4MI terdekat maupun media sosial kementerian," kata Christina kepada Tribunnews, Sabtu (12/4/2025).

Christina juga mengingatkan masyarakat yang mau menjadi PMI agar mengikuti aturan sesuai prosedur dan penempatan resmi. 

Dirinya meminta masyarakat tidak tergiur dengan iming atau iklan lowongan kerja bergaji tinggi pada negara yang tidak memiliki kerja sama penempatan dengan pemerintah Indonesia.

Negara itu diantaranya Thailand, Myanmar dan Kamboja. Pasalnya 3 negara ini punya banyak kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa WNI.

"Alasannya negara-negara itu rawan akan tindak pidana perdagangan orang," tegas dia.

Baca juga: 14 Pekerja Migran Indonesia Asal Jabar Diberangkatkan ke Korea Selatan

Ia menyayangkan masih banyaknya warga Indonesia yang menjadi korban TPPO, karena tidak mendapat informasi jelas soal pekerjaan di negara penempatan. 

Misalnya kasus Saleh Darmawan (24), warga Kota Bekasi, Jawa Barat yang diduga menjadi korban sindikat perdagangan orang internasional.

"Harapannya, tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban TPPO dan tentunya sejalan dengan concern Bapak Presiden Prabowo terkait keselamatan rakyat kita di luar negeri," pungkas dia.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banyak WNI Kena Kasus TPPO di Luar Negeri, Modusnya Tawarkan Lowongan Kerja Bergaji Tinggi,

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved