Minggu, 12 April 2026

Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar Minta Unpad dan RSHS Evaluasi Seleksi Peserta PPDS

Zaini Shofari menyoroti proses seleksi dan pembinaan dokter residen, dalam kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang dokter PPDS

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ZAINI SHOFARI - Ketua Fraksi PPP, DPRD Jabar Zaini Shofari menilai, perlu kiranya dilakukan tes kesehatan jiwa atau Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dalam tahapan seleksi peserta PPDS. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Fraksi PPP, DPRD Jabar Zaini Shofari menyoroti proses seleksi dan pembinaan dokter residen, dalam kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Unpad, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dikatakan Zaini, Unpad dan RSHS perlu melakukan evaluasi menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari.

Anggota Komisi V DPRD Jabar ini menilai, perlu kiranya dilakukan tes kesehatan jiwa atau Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dalam tahapan seleksi peserta PPDS.

"Kan untuk bisa masuk di situ, ambil spesialis ada pemeriksaan jasmani dan rohani, ada MMPI untuk mengevaluasi kondisi psikologis. Ini yang jadi catatan, bagaimana orang berpotensi melakukan kriminal tapi dia bisa lolos di MMPI," ujar Zaini, Kamis (10/4/2025).

Tak cuma itu, pengawasan di Rumah Sakit juga harus dievaluasi. Sebab, aksi pelecehan seksual yang dilakukan dokter peserta PPDS terhadap keluarga pasien itu sempat terekam kamera CCTV.

"Jadi adanya CCTV seharusnya bukan untuk setelah kejadian, tapi harusnya ada antisipasi, respon cepat dan ada yang standby di ruang pengawasan," katanya.

Jika pengawasannya berjalan, kata dia, peristiwa yang terjadi pada 18 Maret 2025 di Gedung Maternal & Child Health Center (MCHC) lantai 7 RSHS Bandung itu, dapat dicegah.

"Jangan adanya CCTV karena gedung baru tapi tidak ada pengawasan, kan salah satu fungsi CCTV untuk melindungi pasien dan semua yang terkait rumah sakit. Itu kan leluasa durasinya beberapa jam, apalagi di ruang seperti itu harus steril dan bisa dikatakan sepi ruangan itu yang tidak dilalui orang," ucapnya.

Zaini pun mengapresiasi aparat kepolisian yang bergerak cepat meringkus pelaku dan mengembangkan kasus ini, karena dikawatirkan masih ada korban lain. 

"Apresiasi langkah Polda Jabar untuk terus mengembangkan kasus ini dan juga untuk para korban untuk tidak ragu dan malu karena Polisi juga pasti akan menjaga privasi korban," ucapnya.
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved