Kisah Yulia Nekat Bawa Jenazah Anaknya Pakai Taksi Online Tak Naik Ambulans, Pihak RS Buka Suara

Viral aksi seorang wanita muda bernama Yulia nekat membawa jenazah bayinya pakai taksi online tak mampu bayar ambulans, pihak rumah sakit buka suara

Editor: Hilda Rubiah
Pixabay
KISAH PILU: Ilustrasi bayi yang meninggal dunia (arsip). - Viral aksi seorang wanita muda bernama Yulia nekat membawa jenazah bayinya pakai taksi online diduga karena tak mampu bayar ambulans, pihak rumah sakit buka suara 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa waktu lalu viral aksi seorang wanita muda bernama Yulia nekat membawa jenazah bayinya pakai taksi online.

Padahal Yulia bisa menggunakan layanan ambulans yang biasanya disediakan rumah sakit.

Belakangan terungkap alasan Yulia tak menggunakan ambulans untuk mengangkut jenazah sang bayi.

Bahkan pihak rumah sakit pun akhirnya buka suara terkait aksi Yulia tersebut.

Baca juga: Kisah Arif, Dulu Viral Istrinya Tertinggal saat Mudik, Kini Berjuang Lawan Kanker Usus Stadium 2

Diketahui Yulia, wanita berusia 20 tahun adalah warga Sumbawa Barat.

Yulia terpaksa membawa jenazah bayinya menggunakan taksi online diduga karena tidak mampu punya uang.

Ia disinyalir tidak bisa membayar biaya ambulans setelah sang anak mendapatkan perawatan di RSUP Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam perjalanan pulang ke Sumbawa Barat yang harus menyeberangi lautan, Yuliana ditemani oleh ibunya, Hadiatullah (53).

Ia dicegat oleh petugas Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur lantaran membawa jenazah tanpa menggunakan mobil ambulans.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (6/4/2025).

“Ya memang benar ada informasi itu, ada warga yang hendak membawa mayat bayinya tanpa menggunakan ambulans,” kata AKP Nikolas Osman, Senin (7/4/2025), dikutip dari Tribun Jatim.

Nikolas menerangkan, ada kesalahpahaman antara pasien dan pihak rumah sakit, sehingga pasien nekat untuk membawa jenazah bayinya tanpa menggunakan ambulans.

“Itu kekeliruan dari rumah sakit seharusnya ambulans yang bawa,” ujar AKP Nikolas Osman.

Saat mengetahui peristiwa itu, pihak pelabuhan dan kepolisian setempat bersepakat untuk mengantar jenazah dengan menggunakan mobil ambulans terdekat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved