Jumat, 10 April 2026

Warga Desa Bugis Indramayu Pilih Mengungsi Setelah Rumahnya Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Penanganan pascabencana terus dilakukan di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu setelah dilanda bencana angin puting beliung pada Minggu

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
KONDISI DESA BUGIS - Kondisi Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Indramayu pascadilanda angin puting beliung, Senin (17/3/2025) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Penanganan pascabencana terus dilakukan di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu setelah dilanda bencana angin puting beliung pada Minggu (16/3/2025) sore.

Pemdes Bugis mencatat ada sebanyak 184 rumah warga rusak. Sebanyak 31 rumah di antaranya bahkan rusak berat.

Kepala Desa Bugis, Johan Wahyudin mengatakan, pihaknya sebenarnya juga memfasilitasi para korban terutama yang rumahnya rusak berat untuk mengungsi sementara di balai desa.

Hanya saja, mayoritas korban menolak, mereka memilih mengungsi ke rumah-rumah kerabatnya.

“Iya jadi milih ngungsi ke rumah saudaranya,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (17/3/2025).

Rudin menjadi salah satu warga terdampak bencana. Rumah dua lantainya itu rusak berat.

Plafon rumahnya itu ambruk di seluruh ruangan, mulai dari kamar tidur hingga ke kamar mandi atau dari depan hingga ke belakang.

Baca juga: Angin Puting Beliung Sapu Dua Desa di Indramayu, Warna Putih yang Rusak Rumah Warga

Rudin mengaku kondisi rumahnya cukup mengkhawatirkan untuk ditinggali. Ia pun meminta anak-anaknya untuk mengungsi sementara ke rumah saudara.

“Di rumah itu ada 7 orang, kalau saya istri sudah gak ada, cuma anak-anak. Semuanya ngungsi, paling cuma saya dan mantu yang di sini,” ujar dia.

Rudin mengatakan, pada malam hari tadi, ia tidur di beranda rumah bersama menantunya tersebut.

Alasannya tidak ikut mengungsi karena menjaga rumah. Apalagi, di rumah ia membuka warung.

Untuk ke depannya, Rudin mengaku hanya bisa pasrah. Apalagi, kerusakan rumahnya tersebut dikarenakan faktor alam dan tidak bisa dicegah.

“Kalau saya sekarang tidak mikirin soal bangunan, tapi kalau pemerintah mau bantu alhamdulillah. Yang terpenting bagi saya sekarang anak saya aman dan hidup semua tidak tertimpa reruntuhan,” ujar dia.

Rudin masih ingat detik-detik saat angin puting beliung itu mengamuk di desanya. Kala itu, ia meminta semua keluarganya keluar dari rumah.

Baca juga: Angin Puting Beliung di Indramayu Mengamuk di 2 Desa, Rusak Ratusan Rumah

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved