Warga Dua Kecamatan Majalengka Ini Harus Waspada, BPBD Catat Paling Sering Dilanda Bencana
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat dua kecamatan di Kabupaten Majalengka menjadi wilayah yang paling sering dilanda bencana selama Februari 2025.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - BPBD Kabupaten Majalengka mencatat dua kecamatan di Kabupaten Majalengka menjadi wilayah yang paling sering dilanda bencana selama Februari 2025.
Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, mengatakan dari 44 kejadian bencana selama Januari 2025, 12 di antaranya terjadi di Kecamatan Sindangwangi dan Rajagaluh.
Wawan menyebut jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Majalengka yang dilanda bencana hidrometeorologi dalam kurun satu bulan terakhir.
Baca juga: Warga Majalengka Diminta Waspada Cuaca Ekstrem, dari Angin Kencang sampai Sambaran Petir
"Kami mencatat enam kejadian bencana di Kecamatan Sindangwangi, dan enam kejadian bencana di Kecamatan Rajagaluh selama Februari 2025," kata Wawan Suryawan saat ditemui di BPBD Majalengka, Jalan Gerakan Koperasi, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Kamis (6/3/2025).
Menurut Wawan, Kecamatan Malausma dan Maja berada di peringkat selanjutnya, karena masing-masing tercatat empat kejadian bencana pada bulan lalu.
Sementara di Kecamatan Kasokandel, Cigasong, Majalengka, dan Lemahsugih terdapat tiga kejadian bencana di masing-masing wilayahnya selama Februari 2025, sehingga berada di peringkat berikutnya.
Selain itu, sembilan kecamatan lainnya di Kabupaten Majalengka rata-rata hanya tercatat satu hingga dua kejadian bencana hidrometeorologi pada bulan lalu.
"Kami mengingatkan warga untuk selalu mewaspadai potensi bencana, karena hingga kini Majalengka masih berada di musim hujan," ujar Wawan Suryawan.
Baca juga: Bolehkan Salat Tahajud Setelah Tarawih dan Witir saat Ramadhan 2025? Ini Penjelasan Kemenag
Ia menyampaikan wilayah Kabupaten Majalengka diprediksi mengalami masa puncak musim hujan pada awal tahun ini, dan akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.
Selain itu, dari hasil kajian risiko bencana tercatat 19 kecamatan di Majalengka rawan longsor dan pergerakan tanah, sedangkan 15 kecamatan lainnya juga dikategorikan rawan banjir.
"44 bencana selama Februari 2024 ini didominasi longsor yang mencapai 26 kejadian, kemudian cuaca ekstrem 10 kejadian, banjir enam kejadian, dan kebakaran dua kejadian," kata Wawan Suryawan. (*)
| Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung, Sejumlah Kecamatan Terdampak |
|
|---|
| Hujan Deras, Longsor Sempat Blokir Jalan Penghubung Desa di Kertasari Bandung |
|
|---|
| Bandara Soetta Sudah Overload, Sebagian Penerbangan Masuk Rencana Dialihkan ke BIJB |
|
|---|
| Cek Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Majalengka 2026: Terbagi 4 Kloter, Mulai Terbang 25 April |
|
|---|
| Kuota Tetap 221 Ribu, Menteri Haji Tegaskan Hotel dan Katering di Arab Saudi Sudah Siap 100 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Petugas-BPBD-Kabupaten-Majalengka-membersihkan-pohon-tumbang.jpg)