Senin, 27 April 2026

Pasar Cipulir Jakarta jadi Langganan Banjir tapi Pedagang Ogah Pindah, Ini Alasannya

Susi menjelaskan, sejak air surut, dia bersama beberapa karyawan di toko baju miliknya mulai membersihkan toko.

Editor: Ravianto
Ibriza Fasti Ifhami/Tribunnews
MULAI SURUT - Banjir di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, telah surut, pada Rabu (5/3/2025). Sejumlah pedagang tampak telah kembali berdagang, sedangkan sebagian lainnya masih membersihkan toko mereka. (Ibriza/Tribunnews) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Banjir di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, telah surut, pada Rabu (5/3/2025).

Pantauan Tribunnews.com di lokasi sekira pukul 13.00 WIB, aktivitas jual-beli di Pasar Cipulir tampak sudah kembali berjalan normal.

Beberapa toko terlihat sudah selesai dibersihkan, sedangkan sebagian toko lainnya masih dalam proses pembersihan dari genangan air sisa-sisa banjir.

Ada juga para pedagang yang sedang memasukkan kembali barang dagangan mereka ke toko, setelah sebelumnya dibawa untuk diamankan dari banjir.

Seorang pedagang baju wanita mengatakan, banjir surut pada Rabu pagi, sekira pukul 07.00 WIB.

Susi (50), satu di antara beberapa pemilik toko di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, tampak tengah membersihkan tokonya, pada Rabu (5/3/2025) sekira pukul 12.50 WIB.

Baca juga: Banjir di Jakarta Mulai Surut tapi Listrik dan Air Belum Nyala, Aktivitas di Pasar Cipulir Normal

Satu di antara beberapa pemilik toko yang belokasi di lantai dasar Pasar Cipulir itu mengatakan, banjir telah surut sejak Rabu pagi.

"Kemarin (Selasa) banjir selutut, air masuk jam 02.00 pagi. Sampai tadi tadi pagi masih banjir semata kaki, baru surut sekitar jam 07.00 WIB," ucap Susi, saat ditemui Tribunnews.com, pada Rabu siang.

Susi menjelaskan, sejak air surut, dia bersama beberapa karyawan di toko baju miliknya mulai membersihkan toko.

Satu di antaranya, ia sudah memasukkan kembali barang-barang dagangan yang sempat dievakuasi ke lantai dua gedung Pasar Cipulir, saat banjir melanda.

"Iya barang-barang kan kita taruh atas di lantai dua. Ini kita masukkan lagi ke toko," jelasnya.

Selanjutnya, Susi mengatakan, ia telah mengalami lebih dari lima kali kebanjiran toko.

Namun demikian, dia enggan untuk pindah toko lantaran sudah banyak pelanggan yang familiar dengan lokasi tokonya tersebut.

"Enggak (ingin pindah). Karena kita ada banyak langganan yang tahu toko kita di sini. Kemudian, ini dari pintu masuk dekat dan langsung kelihatan," ucapnya.

Ia menilai, tempat berdagang sangat berpengaruh terhadap omzet yang didapat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved