Senin, 1 Juni 2026

Rumah di Cidadap Bandung Kini Terancam Ambruk, Retak-retak akibat Pergerakan Tanah

Lantai rumah tersebut sudah mengalami retak-retak dan berpotensi tergerus longsor jika kembali turun hujan deras

Tayang:
Istimewa/ dok Diskar PB Kota Bandung
RUMAH RETAK - Satu unit rumah di Jalan Gunung Agung, RT 01/05, Kelurahan Ciumbeuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung terancam ambruk akibat terdampak pergerakan tanah akibat hujan deras, Senin (4/3/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satu unit rumah di Jalan Gunung Agung, RT 01/05, Kelurahan Ciumbeuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, terancam ambruk terdampak pergerakan tanah akibat hujan deras, Senin (4/3/2025).

Untuk saat ini, lantai rumah tersebut sudah mengalami retak-retak dan berpotensi tergerus longsor jika kembali turun hujan deras karena kondisi tanahnya labil.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung, Dian Rudianto, mengatakan, pergerakan tanah tersebut bermula saat turun hujan deras pada pukul 14.30 WIB kemudian di lokasi yang sama terjadi pohon tumbang.

Baca juga: BPBD Bersurat ke Badan Geologi, Tunggu Kajian Penyebab Pergerakan Tanah di Cikondang Tasikmalaya

"Tanah bergerak itu mengakibatkan rumah bagian depan warga retak. Kemudian karena khawatir longsor, ketua RW 05 menghubungi Diskar PB Kota Bandung," ujarnya saat dihubungi, Selasa (4/3/2025).

Setelah tiba di lokasi kejadian, kata Dian, tim langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan ketua RW serta RT setempat untuk melakukan penanganan sambil melakukan pendataan.

"Panjang area yang terdampak kurang lebih 13 meter persegi dan tinggi 3 meter. Jadi kami juga mengimbau kepada warga agar berhati-hati apabila melewati jalan tersebut," kata Dian.

Ia mengatakan, saat ini kondisi tebing yang berada di bawah rumah tersebut masih keadaan ambruk dan tertahan akar, sehingga apabila turun hujan secara terus menerus maka tanah akan terkikis dan tanah pun semakin bergerak.

Atas hal tersebut, kata dia, untuk penanganan awal saat ini diperlukannya terpal, perbaikan tanah yang retak dan perbaikan kirmir agar tebing tersebut tidak terkikis air saat hujan deras.

Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, tetapi mereka mengalami kerugian materi akibat rumahnya rusak.

Baca juga: Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Tasikmalaya Terus Bertambah, Dinding Retak Mengerikan

"Mereka juga tidak sampai mengungsi dan hingga saat ini masih bertahan di rumahnya. Tapi kami meminta untuk berhati-hati terutama saat turun hujan deras," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved