Jumat, 10 April 2026

1 Keluarga di Blora Diracun, Ayah dan Anak Tewas, Ibu Selamat, Semua gara-gara Uang

Sementara 2 orang yang menjadi korban tewas yakni ayah dan anak, sementara korban selamat adalah ibu.

Editor: Ravianto
m iqbal shukri/tribun jateng
KESAKSIAN ISTRI - Istri korban pria yang tewas diracun, Maspupah (kanan) dan anak sulungnya (kiri) saat ditemui di rumahnya, Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Senin (03/03/2025). Ia mengungkap kesaksiannya. (Tribunjateng) 

TRIBUNJABAR.ID, BLORA - Satu keluarga di Blora, Jawa Tengah menjadi korban pembunuhan.

Satu anggota keluarga berhasil selamat setelah memuntahkan air minum berisi racun yang dia rasakan pahit.

Sementara 2 orang yang menjadi korban tewas yakni ayah dan anak, sementara korban selamat adalah ibu.

Peristiwa ini terjadi di Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Sementara identitas korban adalah Muslikin (45) dan putrinya, S (9).

Keduanya tewas usai meminum air mineral yang telah bercampur dengan racun, Jumat (21/2/2025) lalu.

Baca juga: Suami yang Bunuh Istri dan Anak di Pangkalpinang Meninggal 4 Hari usai Kejadian, Sempat Minum Racun

 Pembunuh ayah dan anak ini ternyata keluarga dekat para korban.

Dia adalah MK, adik tiri Muslikin sekaligus adik kandung istri Muslikin yakni Maspupah.

satu keluarga diracun di blora
BONGKAR MAKAM - Suasana pembongkaran makam ayah dan anak di TPU Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jumat (28/2/2025). Pelaku ternyata adik dari suami korban.

Polisi berhasil menangkap MK di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada 25 Februari 2025, setelah ia melarikan diri.

Setelah MK ditangkap, makam Muslikin dan S kemudian dibongkar pada 28 Februari 2025 untuk autopsi guna memastikan penyebab kematian mereka.

Kronologi

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (21/2/2025), saat Maspupah sedang membantu tetangganya yang mengadakan hajatan.

Maspupah menceritakan anaknya, S, datang berlari dan mengabarkan sepeda motor ayahnya jatuh.

"Awal mulanya itu saya mendarat (membantu tetangga yang punya hajatan) di rumah tetangga. Anak saya yang kecil itu (korban S) datang sambil bilang Mak e motore Pak e ruboh (Bu Motornya bapak jatuh), terus saya tanya ke anak saya, lah Pak e ng ndi nduk? (Terus bapak dimana nak?)."

"Terus anak saya menjawab, gak roh Mak, ayo a Mak balik, aku wedi (Tidak tahu Bu, ayo Bu pulang, saya takut)," jelasnya, Senin (3/3/2025) dikutip dari Tribun Jateng.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved