Rabu, 20 Mei 2026

Daniel Mutaqien Atensi Fenomena Tanggul Sungai Cimanuk yang Terus Ambles di Indramayu

Anggota DPR RI Komisi V, Daniel Mutaqien Syafiuddin mengatensi laporan tanggul Sungai Cimanuk yang ambles di Kabupaten Indramayu.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
TINJAU TANGGUL AMBLES - Anggota DPR RI Komisi V, Daniel Mutaqien Syafiuddin saat mengajak BBWS Cimanuk-Cisanggarung meninjau lokasi tanggul Sungai Cimanuk yang ambles di Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Senin (3/3/2025) 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Anggota DPR RI Komisi V, Daniel Mutaqien Syafiuddin mengatensi laporan tanggul Sungai Cimanuk yang ambles di Kabupaten Indramayu.

Daniel pun mengajak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk meninjau langsung lokasi amblesnya tanggul, Senin (3/3/2025).

Selain itu, Daniel juga meminta agar penanggulangan bisa cepat dilakukan demi menjamin keselamatan warga.

“Beberapa hari lalu, kami menerima informasi mengenai kejadian banjir. Setelah itu, kami berkoordinasi dengan pihak BBWS,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (3/3/2025).

Lokasi tanggul Sungai Cimanuk yang ambles ini diketahui berada di Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.

Titik tanggul yang ambles ini diketahui tidak jauh dari permukiman warga.

Daniel pun memastikan, laporan dari warga soal amblesnya tanggul sungai akan direspons dengan baik dan cepat.

“Hari ini, kami turun langsung merespons informasi yang masuk dari masyarakat. Rekan-rekan dari BBWS, sebagai mitra Komisi V juga merespons dengan sangat cepat dan baik," ujar dia.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan, amblesnya tanggul ini disebabkan oleh arah aliran sungai yang tidak lurus.

“Akibatnya, saat air tinggi, aliran ke arah timur menjadi kuat,” ujar dia.

Agus menyampaikan, kondisi amblesnya tanggul ini sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, BBWS juga pernah menangani kondisi amblesnya di titik tanggul tersebut.

Saat penanganan sebelumnya, BBWS memastikan bahwa geobox atau kantong yang dibentuk menjadi balok dan digunakan untuk perkuatan tebing sungai tidak sampai bergerak.

Geobox ini berfungsi untuk mencegah erosi dan abrasi serta melindungi tanggul.

“Artinya, saat air tinggi kemudian surut, tanah di atas geobox yang longsor, bukan geobox-nya. Jika geobox yang longsor, maka geobox tersebut akan bergerak, tetapi saat ini tidak terjadi," ujar dia.

Agus menambahkan, langkah-langkah penanganan darurat pun sudah dilakukan. Seperti penambahan geobox di atas tanggul yang ambles. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved