Pekerja Terdampak PHK Kini bisa Terima 60 Persen Upah Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah terbaru sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan bagi pekerja di Indonesia.
TRIBUN JABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah terbaru sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan bagi pekerja di Indonesia. Adapun peraturan tersebut yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur perubahan atas PP Nomor 37 Tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Peraturan ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan memberikan jaminan sosial yang lebih komprehensif.
Salah satu perubahan signifikan dalam PP ini adalah peningkatan manfaat uang tunai bagi pekerja yang terkena PHK.
Dalam perarturan terbaru ini, pekerja yang terkena PHK akan menerima manfaat lebih besar.
Kini manfaat uang tunai menjadi 60 persen dari upah terakhir mereka setiap bulan selama maksimal enam bulan.
Upah yang menjadi dasar perhitungan manfaat ini adalah upah terakhir yang dilaporkan pengusaha kepada BPJS Ketenagakerjaan, dengan batas maksimal Rp5 juta.
Jika upah pekerja melebihi batas tersebut, maka upah yang digunakan sebagai dasar pembayaran manfaat uang tunai adalah sebesar batas atas upah.
PP Nomor 6 Tahun 2025 juga memperpanjang batas waktu bagi pekerja untuk mengajukan klaim manfaat JKP.
Pekerja kini memiliki waktu hingga enam bulan setelah PHK untuk mengajukan klaim, lebih lama dibandingkan ketentuan sebelumnya yang hanya tiga bulan.
Sehingga dengan peraturan terbaru ini memberikan lebih banyak waktu bagi pekerja yang terdampak untuk memenuhi persyaratan guna memproses klaim Manfaat Uang Tunai ke BPJS Ketenagakerjaan.
Selain memberikan manfaat uang tunai yan lebih besar, peraturan ini juga merevisi besaran iuran Program JKP yang wajib dibayarkan setiap bulan.
Saat ini Iuran ditetapkan sebesar 0,36?ri upah bulanan, lebih rendah dibandingkan ketentuan sebelumnya yang sebesar 0,46%.
Sebelumnya besaran rincian iuran JKP yaitu sebesar 0,22?rsumber dari Iuran Pemerintah, rekomposi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja 0,14?n rekomposisi Iuran Jaminan Kematian 0.10%.
Dengan berlakunya peraturan terbaru ini, maka rekomposisi rekomposisi iuran Jaminan Kematian ditiadakan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kunto Wibowo, menyabut baik kebijakan ini.
| 1.721 Pekerja Kena PHK di Jabar pada Kuartal I 2026, Disnakertrans Pastikan Hak Pekerja Terjaga |
|
|---|
| Farhan Pasang Badan! Cegah PHK Massal 3.144 Guru Honorer Bandung Akibat Aturan Baru Mendikdasmen |
|
|---|
| SE Mendikdasmen Picu Kekhawatiran PHK Massal Bagi Ribuan Guru Honorer di Kota Bandung |
|
|---|
| Dadang Supriatna Pastikan Tak Ada PHK PPPK, Bahkan Siapkan Pengangkatan Penuh Waktu |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Iustrasi-Pekerja-Terdampak-PHK-Kini-bisa-Terima-60-Upah-Selama-6-Bulan-dari-BPJS-Ketenagakerjaan.jpg)