Kota Bandung Catat Pertumbuhan Tinggi Digital Tourisme, Ronald Tjandra: Sangat Ekspansif
Bandung menjadi kota yang sangat ekspansif baik sisi pertumbuhan jumlah properti maupun okupansi.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung masih membawa daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Tak heran jika kemudian pertumbuhan kunjungan wisatawan di Ibu Kota Jawa Barat ini rata-rata tercatat tinggi.
Hal ini pun diraskan oleh platform teknologi multibrand perhotelan dan akomodasi terbesar di Asia Tenggara, RedDoorz yang mencatat pertumbuhan ekspansif di wilayah Jawa Barat sejak 2016.
Baca juga: 70 Poster Ramadhan 2025 Desain Menarik dan Gratis, Cocok untuk Ucapan Selamat Puasa di IG hingg WA
Dalam lima tahun terakhir, properti yang tumbuh di bawah label RedDoorz sangat signifikan mencapai 218 persen untuk wilayah Jabar. Khusus di 2024, pertumbuhan properti baru RedDoorz ini mencapai 20 persen bila dibanding tahun sebelumnya.
Head of Area West & Central Java RedDoorz, Ronald Tjandra, menyebut Bandung menjadi kota yang sangat ekspansif baik sisi pertumbuhan jumlah properti maupun okupansi.
SQQampai 2024, tercatat ada sebanyak 700 mitra properti RedDoorz di Jabar dengan total kamar yang terjual sepanjang tahun mencapai 1,47 juta kamar.
"Jika ditanya kota mana yang terlintas dibenak warga Jakarta atau Jabar saat liburan, pasti jawabannya Bandung. Jadi, tak heran okupansi properti di sini tetap tinggi tak hanya saat peak season tapi long weekend, libur Nataru, atau Lebaran," ujar Ronald, saat ditemui Kamis (27/2/2025) di Jalan Riau.
Selain itu, di luar musim liburan, momen semisal pendaftaran mahasiswa baru dan wisuda dari berbagai kampus di Bandung dan sekitar mendorong pula pada peningkatan okupansi properti mereka.
Head of Marketing RedDoorz, Cut Nany Indriani menambahkan Bandung terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit dengan pesona wisata yang viral di sosial media.
Baca juga: Tertutup Awan Tebal, Hasil Pengamatan di Pasirlasih Kesikluhur Pangandaran, Hilal Tidak Terlihat
Apalagi, Bandung dikenal pula sebagai kota pendidikan, wisata, kuliner, dan industri kreatif yang tentunya menjadi pusat mode terkini yang selalu menjadi tren.
"Tak heran, Bandung sebagai pasar potensial bagi RedDoorz dalam menyediakan penginapan berkualitas dengan harga kompetitif untuk memanfaatkan tren itu," katanya.
Pada 2025 ini, Ronald menargetkan peningkatan jumlah properti hingga 30 persen secara tahunan, dengan fokus pada ekspansi multi-brand, termasuk Sans, serta memperkuat program leasing.
Melalui program ini, pemilik properti dapat memberikan hak penggunaan aset mereka kepada RedDoorz dalam jangka waktu tertentu dengan skema sewa yang telah disepakati, membuka peluang kemitraan yang lebih fleksibel dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Strategi ini selaras dengan tren wisata di Bandung Raya, di mana Kota Bandung tetap menjadi pusat utama bagi wisatawan bisnis, sementara Bandung Barat lebih diminati oleh wisatawan yang mencari pengalaman rekreasi, terutama karena keberagaman objek wisata alamnya.
"Kami optimis bahwa citra Bandung sebagai destinasi wisata digital akan terus berkembang di masa depan," ujar Ronald. (*)
| Kukuhkan Legalitas, Kadin Jawa Barat Siap Gelar Rapimprov dan Sinergi dengan Pemprov Jabar |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Kabupaten Bandung Naik 30-40 Persen, Perputaran Uang Capai Rp 31,65 Miliar |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jasad Pria Misterius di Taman Dadaha Tasikmalaya: Polisi Jebol Pintu Kamar Mandi |
|
|---|
| Pangandaran Juara Libur Lebaran 2026: Tingkat Hunian Kamar Hotel Tembus Angka 95 Persen |
|
|---|
| Okupansi Tembus 90 Persen, Jumlah Wisatawan ke Kota Bandung Bisa Capai Hampir 1 Juta Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Head-of-Area-West-Central-Java-RedDoorz-Ronald-Tjandra-tengah.jpg)