Sabtu, 18 April 2026

ASITA Jabar Respons Larangan Study Tour Gubernur Dedi Mulyadi, Khawatir Ada Boikot Berwisata

Para pengusaha perjalanan wisata mengeluhkan kebijakan larangan sekolah study tour. Pengusaha di ASITA Jabar khawatir usaha ini lesu.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
CEK KELAIKAN BUS - ILUSTRASI --Kelaikan bus umum dan pariwisata di Kabupaten Bandung Barat diperiksa oleh petugas gabungan, Kamis (22/12/2022) untuk mencegah kecelakaan saat mengangkut wisatawan pada libur Nataru. Pengusaha inudstri wisata di ASITA keluhkan kebijakan larangan sekolah gelar studytour. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para pengusaha perjalanan wisata yang bernaung di Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat, mengkhawatirkan keberlangsungan bisnis travel setelah ada kebijakan larangan sekolah melakukan study tour atau karya wisata.

Sekolah bukan satu-satunya mitra yang memnafaatkan jasa layanan perjalanan wsiata, naun kontribusi terhadap kelangsungan hidup bisnis travel sangat penting.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan tentang larangan sekolah mengadakan study tour. Bahkan, bagi sekolah yang melanggar, dia tak segan untuk memberikan sangsi pencopotan kepala sekolah.

Ketua ASITA DPD Jawa Barat, Daniel Guna Nugraha, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjabar.id, Senin (24/2/2025), menjelaskan kehawatiran masa depan pelaku industri pariwisata di Jawa Barat.

"Efek pelarangan ini telah menimbulkan kekhawatiran, bukan hanya oleh pelaku industri pariwisata di Jawa Barat tetapi juga menjalar ke Provinsi lain di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali, karena pasar terbesar pelajar mereka adalah dari Jawa Barat, mungkin saja nantinya bisa bedampak boikot berwisata ke Jawa Barat," ujarnya.

Baca juga: SMAN 1 Cianjur Study Tour ke Bromo dan Bali, Orang Tua Siswa Harus Merogoh Kocek Jutaan

Dia juga menjelaskan bahwa keberadaan industri pariwisata memiliki dampak ekonomi suatu wilayah atau negara. Sebab, industri ini mencakup bagaimana aktivitas pariwisata mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan kesejahteraan sosial.

Hanya saja, mereka kini mengahadapi tantangan kebijakan larangan sekolah study tour dan efisiensi dari pemerintah Prabowo Subianto.

Selain menyampaikan keluhan tersebut, Daniel mewakili pelaku usaha yang tergabung di ASITA, menjadikan kebijakan-kebijakan pemerintah sebagai autokritik. Pelayanan perjalanan wsiata harus lebih bertanggungjawab dan menjaga kualitas layanan yang telah dijanjikan sesuai biaya yang dikeluarkan konsumen. 

Pendidikan Luar Kelas Penting

Kegiatan study tour atau Pendidikan di luar kepas, tidak hanya dipahami sebagai wisata semata. Tapi, ada peran penting dalam memeprkaya pengalaman belajar siswa.

Daniel Guna Nugraha berpendapat, pendidikan di luar kelas memberikan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan aplikatif, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi serta mengembangkan berbagai keterampilan.

1.    Meningkatkan Pemahaman dan Pengalaman Nyata
2.    Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar
3.    Mengembangkan Keterampilan Sosial
4.    Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi
5.    Mendorong Kemandirian dan Tanggung Jawab
6.    Mempererat Hubungan Antara Siswa dan Guru
7.    Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Budaya

"Dengan pengalaman langsung, siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam, keterampilan sosial yang lebih baik, serta sikap yang lebih kreatif dan mandiri. Oleh karena itu, pendidikan luar kelas sebaiknya menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran di sekolah," ujarnya.

Kata dia, Gubernur Dedi Mulyadi, pernah menegaskan pentingnya pendidikan kepada siswa berkarakter kesundaan (local wisdom). Maka, mengajak siswa hadir di sejumlah objek wisata di Jawa Barat bisa menjadi media pembelajaran membentuk karakter kesundaan.

Ojek wsiata di sekitar Jawa Barat, kualitas objek dan aktivitasnya tidak kalah bagus dibanding provinsi lain. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved