Atasi Macet Kronis di Pasteur Bandung, Dedi Mulyadi Kaji Pembangunan Underpass Baru
Dedi Mulyadi merencanakan pembangunan underpass di Jalan Pasteur untuk mengatasi kemacetan kronis di pintu keluar-masuk tol.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merencanakan pembangunan underpass di Jalan Pasteur untuk mengatasi kemacetan kronis di pintu keluar-masuk tol, terutama saat akhir pekan.
- Saat ini rencana tersebut dalam tahap kajian teknis dan tata kota untuk memastikan kelayakan infrastruktur.
- Jika syarat terpenuhi, penyusunan DED akan segera dilakukan agar proyek dapat mulai dibangun pada tahun depan.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana membangun underpass di kawasan Jalan Pasteur, Kota Bandung, sebagai solusi mengurai kemacetan yang kerap terjadi terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Dikatakan Dedi, kemacetan di akses keluar-masuk Tol Pasteur sudah menjadi persoalan kronis yang harus segera ditangani dengan langkah konkret.
“Saya berkeinginan itu dibuat. Keluar Pasteur apalagi Jumat, Sabtu, Minggu, selalu menimbulkan antrean panjang. Gerbang pintu tol ada traffic light, pasti macet, sehingga harus dicarikan solusi, salah satunya underpass,” ujar Dedi, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, pembangunan underpass menjadi opsi yang dinilai efektif untuk mengurai simpul kemacetan di titik tersebut, meski saat ini rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
Kajian dilakukan untuk memastikan kelayakan dari sisi tata kota maupun aspek infrastruktur sebelum proyek bisa direalisasikan.
“Dari sisi kajian tata kotanya, dari aspek infrastrukturnya, mudah-mudahan bisa terpenuhi syaratnya. Kalau memungkinkan, tahun depan mulai dibangun,” katanya.
Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, kata dia, pemerintah akan segera menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.
“Kalau sudah terpenuhi, di perubahan anggaran bisa dibuatkan DED-nya, tahun depan bisa dibangun,” ucapnya.
Terkait anggaran, Dedi mengaku belum dapat memastikan besaran biaya karena proses kajian masih berlangsung.
Sebelumnya, berdasarkan data TomTom Traffic Index, pada 2025 Kota Bandung tercatat sebagai kota termacet di Indonesia dengan waktu tempuh rata-rata 32 menit 27 detik untuk jarak 10 kilometer.
Dalam laporan yang sama, Bandung juga menempati peringkat ke-16 kota termacet di dunia, meski secara global posisinya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Dedi berharap, pembangunan infrastruktur seperti underpass dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas warga dan wisatawan di Kota Bandung.
| Siswa SMAN 1 Purwakarta Ejek Guru, Dedi Mulyadi Saran Hukuman Bersihkan Toilet dan Halaman Sekolah |
|
|---|
| Fenomena Gengsi Picu Kemiskinan Baru, Dedi Mulyadi Ungkap Pentingnya Edukasi Finansial soal Hajatan |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi soal Viralnya Pelajar Ejek Guru di Purwakarta, Beri Saran Hukuman |
|
|---|
| Kasus Pelecehan di Universitas Ternama Kian Marak, Dedi Mulyadi Minta Evaluasi Sistem Rekrutmen |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi soal Warga Nyalindung Sukabumi Swadaya Perbaiki Jalan: Sudah Dianggarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-arus-lalu-lintas-di-Gerbang-Tol-Pasteur-Senin-30122024.jpg)