Gawat, Anggaran BMKG Dipangkas Rp 1,4 T, Akurasi Info Gempa dan Tsunami Bakal Turun Jadi 60 Persen

Efisiensi anggaran 2025 membuat banyak alat operasional utama (aloptama) yang terancam mati karena dana pemeliharaan berkurang hingga 71 persen

|
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
PEGAWAI BMKG - Prakirawan cuaca BMKG saat mengamati kondisi cuaca di BMKG Stamet Kertajati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Selasa (30/4/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu lembaga yang terdampak efisiensi anggaran. 

"Efisiensi yang sesuai arahan Presiden Prabowo adalah menghilangkan lemak-lemak dalam belanja APBN kita, tapi tidak mengurangi otot. Tenaga pemerintah dan kemampuan pemerintah tidak akan berkurang karena pengurangan lemak ini," ujarnya dalam keterangan yang diterima Tribunjabar.id, Selasa (11/2/2025).

Dijelaskan, ada 4 kriteria yang tidak terkena efisiensi. Yakni, gaji pegawai, layanan dasar prioritas pegawai, layanan publik, dan bantuan sosial.

"Jadi mitigasi bencana merupakan layanan publik yang tetap menjadi prioritas," ujarnya.

Dia mengatakan, tidak benar anggaran BMKG terkena efisiensi sebesar 50 persen. Untuk data terbaru bisa dicek lagi ke BMKG.

Artikel ini telah tayang di Kompas.TV dengan judul Anggaran Dipotong Efisiensi 50 Persen, BMKG Ajukan Dispensasi ke Prabowo: Demi Mitigasi Bencana

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved