Rabu, 3 Juni 2026

Sinyal Reshuffle Kabinet Makin Kencang, Prabowo Beri Ultimatum: Ya, Saya Akan Singkirkan

Sinyal reshuffle kabinet tersebut disampaikan Prabowo Subianto dalam sambutannya. Kala itu, Prabowo memberi ultimatum

Tayang:
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024). Isu Presiden Prabowo Subianto bakal lakukan reshuffle Kabinet Merah putih berhembus makin kencang. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Isu Presiden Prabowo Subianto bakal lakukan reshuffle Kabinet Merah putih berhembus makin kencang.

Prabowo Subianto diisukan bakal melakukan reshuffle kabinetnya setelah 100 hari kerja.

Sinyal reshuffle kabinet tersebut disampaikan Prabowo Subianto dalam sambutannya di Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama NU di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025) malam.

Dalam sambutan tersebut, Prabowo memberi ultimatum.

Baca juga: Beredar Isu Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet, Buntut Kebijakan Bahlil Lahadalia?

"Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan," ujar Prabowo saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025) malam. 

"Mau lebih jelas lagi? Ha ha ha," katanya lagi seraya tertawa.

Menurut Prabowo, pada dasarnya, rakyat menuntut pemerintah yang bersih. Dia menyatakan akan bekerja murni untuk kepentingan bangsa dan rakyat. 

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, sinyal reshuffle itu adalah peringatan bagi para menteri. 

Dasco menyebut bahwa semua menteri harus melakukan evaluasi di internalnya masing-masing. 

"Saya pikir kan Pak Prabowo itu kan orangnya terbuka. Kalau dia sudah bicara terbuka, artinya itu adalah warning kepada pembantu-pembantunya, yaitu menteri untuk kemudian melakukan evaluasi secara internal di kementerian masing-masing," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Di samping itu, Muzani menuturkan perombakan kabinet atau reshuffle merupakan hak sepenuhnya presiden.

“Soal reshuffle adalah hak sepenuhnya dari presiden selaku kepala pemerintahan yang menilai para pembantunya,” kata Muzani.

“Kapan beliau akan mengangkat dan mencopot seseorang menjadi pembantu atau berhenti dalam kabinet merah-putih, kami sepenuhnya percaya,” ujarnya.

Sinyal reshuffle kabinet pun ditanggapi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Menurutnya, hal tersebut merupakan peringatan Prabowo Subianto untuk para menterinya.

"Saya kira ini adalah untuk kesekian kalinya mengingatkan kita semua supaya konsisten gitu, supaya istiqomah. Satu barisan dalam rangka untuk melaksanakan program-program yang memang, katakanlah ya ini bisa dikatakan melampaui target-target sebelumnya, pemerintah sebelumnya," kata Saifullah Yusuf di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).

Baca juga: Baru 3 Bulan Bekerja, Prabowo Siap-siap Reshuffle Kabinet, Dasco Sebut Ada Menteri yang Tak Seirama

Pria yang karib disapa Gus Ipul ini mengatakan, Prabowo memang sering mengingatkan pembantu-pembantunya untuk konsisten terhadap visi-misi, cita-cita, serta arahan Kepala Negara yang ingin melampaui capaian sebelumnya. 

Dalam pengentasan kemiskinan misalnya, Prabowo ingin tingkat kemiskinan turun hingga di bawah lima persen dalam lima tahun ke depan. Jumlah ini lebih besar dari capaian 10 tahun terakhir.


Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Lempar Sinyal "Reshuffle", Mensos: Peringatan Supaya Konsisten"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved