Pemprov Jabar Jamin Siswa Kelas 12 SMA 7 Cirebon Masih Bisa Daftar ke PTN Jalur SNBP
Bey Machmudin telah berkomunikasi dengan Kemdikdasmen dan melaporkan kondisi para siswa yang tidak dapat mendaftar karena kelalaian sekolah.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siswa kelas 12 SMA 7 Cirebon dipastikan masih bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat jalur nilai atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), setelah mendapatkan perpanjangan waktu finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Hal itu diungkapkan Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin setelah berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) dan melaporkan kondisi para siswa yang tidak dapat mendaftar di jalur tersebut akibat keterlambatan sekolah dalam finalisasi PDSS untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.
"Kami sudah fasilitasi, informasinya akan dibuka dalam dua hari ini, kami cek juga ke Pak Wamen, saya telepon untuk memastikan agar diberikan kesempatan kepada siswa yang pada waktu pendaftaran terlambat, tapi bukan kesalahan mereka," ujar Bey, Rabu (5/2/2025).
Menurutnya, dari informasi yang diterimanya kasus tersebut baru terjadi di Cirebon dan murni karena kelalaian pihak sekolah.
"Di Jabar sementara di Cirebon. Itu karena faktor kelalaian sekolah dan ke depannya tidak terulang lagi. Harusnya sekolah mengingatkan dan jangan sampai terjadi kelalaian, karena seperti ini siswa dirugikan," ucapnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Deden Saepul Hidayat mengaku telah menugaskan kepala cabang dinas (KCD) setempat untuk mengklarifikasi kasus yang terjadi di SMAN 7 Cirebon.
"Saya sudah menugaskan kepala cabang untuk mengklarifikasi lebih dalam dan pihak sekolah sudah ke Jakarta dan meminta untuk dibuka kembali (finalisasi data)," ujar Deden.
Deden menyebutkan bahwa sampai saat ini hanya SMAN 7 Cirebon yang dilaporkan mengalami keterlambatan finalisasi data.
"Sampai saat ini baru Cirebon, mudah-mudahan nggak ada lagi lah," ucapnya.
Deden pun mengakui jika keterlambatan sekolah dalam mengisi data PDSS itu murni kelalaian pihak sekolah yang seharusnya rampung pada 31 Januari 2025.
"Informasi dari kepala cabang, ini kelalaian dari pihak operator untuk mengisi di PDSS," katanya.
Para siswa dan orang tua pun diminta agar tidak khawatir, karena pihak sekolah masih dapat melakukan finalisasi data PDSS agar para siswa bisa mendaftar ke PTN melalui jalur SNBP.
"Saya ingin orang tua tidak usah khawatir, karena kami sudah berusaha untuk membuka kembali aplikasi PDSS ini. Mudah-mudahan Pak Menteri bisa membantu, dan tadi sudah disampaikan, katanya dua hari dia akan dibuka," ucapnya.
| Tilep Dana Siswa Miskin, Kasus Korupsi PIP SMAN 7 Cirebon Terus Bergulir: Barang Bukti Dibuka |
|
|---|
| Tiga Terdakwa Korupsi PIP SMAN 7 Cirebon Jadi Tahanan Kota |
|
|---|
| Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi PIP SMAN 7 Cirebon, 1 Tahanan Dipindah 3 Jadi Tahanan Kota |
|
|---|
| Kasus Pemotongan Dana PIP SMAN 7 Cirebon Resmi Disidang, Empat Oknum Dijerat UU Tipikor |
|
|---|
| Orang Tua Siswa SMAN 7 Cirebon Kecewa Hanya Satu Tersangka Kasus Penyelewengan Dana PIP yang Ditahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sman-7-cirebon-snpmb.jpg)