Rabu, 3 Juni 2026

Berita Viral

Kronologi dan Duduk Perkara WNA Ukraina Dirampok WNA Rusia di Bali, Kondisi Korban Bersimbah Darah

Inilah kronologi dan duduk perkara kasus WNA Ukraina diduga dirampok WNA Rusia di Bali. Terungkap kondisi korban memprihatinkan

Tayang:
Editor: Hilda Rubiah
Tangkapan Layar YouTube WartaKota
KRIMINALITAS WNA - Kronologi WNA Ukraina diduga dirampok Kawanan WNA Rusia di Bali, kondisi korban memprihatinkan, Jalan Tundun Penyu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada 15 Desember 2025 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah kronologi dan duduk perkara kasus WNA Ukraina diduga dirampok WNA Rusia di Bali.

Belakangan ini video aksi perampokan WNA Ukraina dan WNA Rusia di Bali viral dan tengah jadi perbincangan di media sosial.

Pasalnya tindak kriminalitas melibat dua Warga Negara Asing (WNA) baik pelaku dan korbannya, namun terjadi di Bali.

Dalam peristiwa itu, seorang WNA asal Ukraina berinisial IL (48)  mengalami aksi perampokan di kawasan Jalan Tundun Penyu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada 15 Desember 2025.

Hal yang menjadi sorotan, WNA Ukraina itu diduga dirampok kawanan WNA Rusia.

Baca juga: Viral Video Diduga Rampok Modus Pura-pura Tertabrak di Jaksel, Korban Tak Percaya Lihat Luka Koreng

Tak hanya dirampok, IL mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh komplotan WNA asal Rusia.

Saat ditemukan oleh warga, kondisi IL cukup memprihatinkan dengan tubuh bersimbah darah, kaki terikat, hingga mulut yang dilakban.

Menurut kronologi, ternyata peristiwa awalnya penculikan itu terjadi di Kuta Selatan, Bali pada 15 Desember 2024.

Kini peristiwa itu membuka tabir kejahatan internasional yang melibatkan sejumlah pelaku asing dan menimbulkan kerugian besar bagi korban.

Salah satu korban, seorang pengusaha asal Ukraina berinisial IL, menjadi sasaran kekerasan berkelompok dan pemerasan yang mengarah pada pencurian aset kripto senilai Rp 3,2 miliar.

Puncaknya, saat korban ditemukan oleh warga setempat berinisial GE dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya dipenuhi darah, mulut dilakban, dan tangannya diikat. 

Kejadian ini mencerminkan betapa kejamnya aksi yang dilakukan oleh komplotan tersebut.

Dalam hal ini, pelaku menggunakan modus operandi berpura-pura menjadi petugas keamanan.

Menurut GE, yang menjadi saksi penting dalam kasus ini, tubuh korban dalam keadaan sangat terluka dan kotor.

Kondisi tersebut menunjukkan betapa brutalnya perlakuan yang diterima korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved