Makan Bergizi Gratis
Sasaran MBG di Kabupaten Majalengka Capai Lebih Dari 8.000 Siswa PAUD hingga SMP
Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka telah memasuki hari kedua sejak dimulai pada Senin (20/1/2025).
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka telah memasuki hari kedua sejak dimulai pada Senin (20/1/2025).
Penjabat Bupati Majalengka, Dedi Supandi, mengatakan, sasaran MBG yang menggunakan APBD 2025 tersebut mencapai lebih dari 8.000 siswa dari mulai tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Menurut dia, ribuan pelajar yang menjadi penerima manfaat program MBG itu tersebar di 18 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
"Jumlah penerima manfaat program MBG dari APBD Kabupaten Majalengka 2025 ini mencapai 8048 siswa," kata Dedi Supandi saat ditemui di Pendopo Bupati Majalengka, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (21/1/2025).
Ia mengatakan, 18 sekolah yang menjadi sasaran program MBG kali ini terdiri dari satu PAUD, enam TK, tujuh SD, dan empat SMP baik negeri maupun swasta.
Pihaknya mengakui, SMPN 3 Majalengka menjadi sekolah yang jumlah siswanya paling banyak, yakni mencapai 1.015 orang, dan disusul SMPN 1 Majalengka yang berjumlah 920 orang.
Selain itu, teknis pemberian menu makanan dalam program MBG tersebut dipastikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: Abang Ijo Hapidin Ikut Hadir Rapat Koordinasi Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purwakarta
"Teknisnya berbeda untuk tingkat PAUD, TK, dan SD yang langsung dibagikan kepada seluruh murid menggunakan wadah khusus yang telah disiapkan," ujar Dedi Supandi.
Dedi menyampaikan, untuk tingkat SMP perwakilan siswa dari tiap kelas akan mengambil menu makanan dari aula kemudian dibagikan kepada siswa lainnya dan dinikmati bersama-sama.
Ia mengakui, teknis semacam itu sesuai SOP yang telah ditetapkan, karena jumlah siswa di SMP cenderung lebih banyak dibanding PAUD, TK, maupun SD.
"Tapi, menu dan tempat makanan untuk PAUD, TK, SD, dan SMP dipastikan sama, karena hanya teknis pemberiannya yang disesuaikan jumlah siswa di sekolah," kata Dedi Supandi. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| 12 Siswa SDN Legok Hayam Bandung Diduga Keracunan Menu MBG, Dinkes Tunggu Hasil Uji Sampel |
|
|---|
| Makan Bergizi Gratis di Kota Sukabumi Berubah Jadi Menu untuk Buka Puasa, Tetap Dibagikan Siang Hari |
|
|---|
| Pastikan Teknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, 361 SPPG Disiapkan di Kabupaten Bandung |
|
|---|
| Ini Menu MBG yang Ditolak untuk Disantap oleh Siswa SMA Negeri Jatinangor Sumedang |
|
|---|
| Katering yang Kirim MBG ke SMAN Jatinangor Sumedang Klaim Sesuai SOP, Sekolah Lain Tak Mengeluh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sejumlah-murid-saat-menikmati-menu-MBG-di-SDN-III-Majalengka-Kulon.jpg)