Jumat, 15 Mei 2026

Saung Kasep, Wisata Edukasi dan Pelestarian Budaya di Kota Bandung

Saung Kasep tidak hanya berfokus pada pembuatan kerajinan, tetapi juga menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
nappisah/tribunjabar
Saung Kasep - Saung Kasep tidak hanya berfokus pada pembuatan kerajinan, tetapi juga menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saung Kasep tidak hanya berfokus pada pembuatan kerajinan, tetapi juga menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. 

Sejak tiga tahun terakhir, Saung Kasep telah berkembang menjadi pusat pelestarian seni dan budaya Sunda melalui berbagai program edukasi dan workshop.

Di sini, pengunjung dapat mengikuti workshop tentang kerajinan bambu, bermain permainan tradisional, hingga menyaksikan pentas seni dan budaya.

Bahkan, Saung Kasep baru saja meluncurkan Padepokan yang menjadi tempat berkumpulnya para seniman dan pelaku budaya untuk melestarikan seni tradisional Sunda.

Baca juga: BRI Dukung UMKM Indonesia Go Global lewat BRI UMKM EXPORT 2025

"Saya ingin Saung Kasep menjadi tempat di mana seni dan budaya bisa tumbuh bersama masyarakat. Kami memiliki pelatih silat, musisi tradisional, dan pengrajin dari berbagai latar belakang yang siap berbagi ilmu kepada siapa saja yang datang," ujar Edi, kepada Tribunjabar.id, Selasa (14/1/2025). 

Menurutnya, program-program seperti ini semakin memperkaya pengalaman para pengunjung yang datang untuk belajar lebih banyak tentang budaya lokal.

Saung Kasep tidak hanya berfokus pada pembuatan kerajinan, tetapi juga menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. 
Saung Kasep tidak hanya berfokus pada pembuatan kerajinan, tetapi juga menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung.  ()

Sehingga, Saung Kasep kini telah menarik perhatian banyak pengunjung, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara. 

“Kami sering kedatangan tamu dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, bahkan dari luar negeri seperti Korea dan Prancis," kata Edi. 

Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pensiunan, datang untuk menikmati keindahan alam sambil belajar tentang seni kerajinan bambu dan budaya Sunda.

Edi menuturkan, di balik nama Saung Kasep mempunyai filosofi yang mendalam. "Saung" merujuk pada tempat atau rumah kecil, sementara "Kasep" berarti 'bagus' atau 'indah'. 

Baca juga: Janji Menteri Perdagangan Bagi Pelaku UMKM di Bandung, Permudah Akses Pembeli Internasional

Edi menjelaskan, nama ini menggambarkan filosofi mereka, mengubah sesuatu yang tampaknya tak berharga, seperti limbah bambu, menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan keindahan. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa apa yang tampaknya tak berguna bisa diolah menjadi karya yang luar biasa," ujar Edi.

Ke depan, Saung Kasep berencana untuk terus mengembangkan program-programnya, memperkenalkan kerajinan bambu kepada lebih banyak orang, dan menjaga kelestarian budaya Sunda. 

“Saya ingin Saung Kasep menjadi lebih dari sekadar tempat wisata, tetapi juga pusat pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif," kata Edi.

Saung Kasep bukan hanya sebuah destinasi wisata, tetapi juga sebuah upaya untuk melestarikan seni dan budaya melalui tangan-tangan terampil yang mengolah bambu menjadi karya seni yang menawan.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved