Toni Wijaya Minta Farhan-Erwin Harus Someah Setelah Dilantik: Perhatikan MBG dan Tebus Ijazah
Menurut Toni, selain harus ramah, tentunya silaturahmi dan komunikasi harus dijalin dengan seluruh pihak termasuk dengan legislatif dan yudikatif.
Penulis: Tiah SM | Editor: Kemal Setia Permana
Toni merasa prihatin masih ada ribuan ijazah yang ditahan di Kota Bandung, ujung ujungnya melapor ke kantor DPC Gerindra meminta diambilkan.
"Setiap minggu pasti ada yang melapor dan alhamdulillah setelah difasilitasi ada sekolah yang menyerahkan tanpa bayar namun sebagian tetap harus bayar," ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Toni tidak bisa menolak warga yang mengadu terkait ijazah ditahan pihak sekolah.
"Warga yang mengadu dari berbagai lapisan masyarakat harus diterima dan dibantu walau beda partai, kami tak pernah membedakan ĺatar belakang," ujar Toni.
Toni juga merasa heran dana untuk menebus ijazah selalu dianggarkan tapi masih saja terjadi ijazah ditahan.
Tunggakan yang para orangtua yang ijazah anaknya ditahan mulai Rp2 juta sampai Rp 30 juta.
Baginya, tak ada alasan bagi Dinas Pendidikan lepas tangan jika ada pelajar SMA ditahan ijazah hanya karena SMA merupakan wewenang provinsi.
"Walaupun SMA dikelola provinsi tapi siswanya warga Kota Bandung, jadi Pemkot Bandung memiliki kewajiban membantu, koordinasi dengan provinsi," ujar Toni. (*)
| Bersinergi dengan KDM, Farhan Perluas Sasapu Bandung ke 181 Titik: Camat dan Lurah Turun Subuh |
|
|---|
| Sinergi Pemkot Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan: Salurkan Santunan di Tengah Gelaran Job Fair 2026 |
|
|---|
| Anggota DPR RI tekankan peran Badan Gizi Nasional dan masyarakat untuk kelancaran program MBG |
|
|---|
| Fokus Benahi Bandung, Farhan Pastikan Kolaborasi dengan Pemprov untuk Percepat Penanganan |
|
|---|
| Farhan Jamin Job Fair di Bandung Bukan Formalitas, Batas Usia dan Pengalaman jadi Perhatian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ketua-DPC-Partai-Gerindra-Toni-Wijaya_.jpg)