Kamis, 9 April 2026

Cara Ampuh Atasi Stroke Sumbatan Ada di Mayapada Hospital Bandung dan Bogor

Terjadi secara tiba-tiba, stroke mengganggu fungsi otak (brain attack) akibat adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah

Editor: Siti Fatimah
istimewa
USG Karotis 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Stroke merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Terjadi secara tiba-tiba, stroke mengganggu fungsi otak (brain attack) akibat adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di dalam otak.

Di antara berbagai jenis stroke, stroke infark atau stroke sumbatan adalah yang paling sering terjadi, biasanya disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di otak atau leher, yang membuat aliran darah ke otak berkurang drastis.

Saat Stroke Infark terjadi, maka penanganan yang tepat harus segera dilakukan agar tidak terjadi kerusakan otak lebih lanjut.

Penanganan Stroke Infark dapat dipahami melalui penjelasan Tim Dokter Spesialis Saraf dari Mayapada Hospital yang dikenal memiliki jam terbang tinggi dalam menangani berbagai jenis stroke

 "Saat Anda mendapati seseorang atau bahkan diri Anda dengan gejala stroke meskipun tampak hilang timbul, perhatikanlah waktu mulai timbulnya gejala dan harus segera dibawa ke IGD untuk mendapat penanganan selama periode emas (golden period) yakni 4,5 jam pertama sejak serangan stroke terjadi.” Kata dr Condrad.

Dalam rentang golden period tersebut, Stroke Infark ditangani dengan pemberian obat-obatan atau disebut Terapi Tromobolitik Intravena untuk meluruhkan gumpalan atau bekuan yang menyumbat pembuluh darah ke otak. 

“Terapi Trombolitik Intravena dilakukan dengan pemberian obat pemecah gumpalan darah seperti Alteplase atau yang sejenis, melalui infus. Namun, khasiat obat akan berkurang seiring bertambahnya waktu gejala, sehingga harus diberikan sedini mungkin dalam rentang waktu golden period.” jelas dr.Condrad. 

Sama seperti tindakan medis lainnya, Terapi Trombolitik pada beberapa kasus memiliki risiko yang mungkin terjadi, misalnya perdarahan di dalam otak (intraserebral).

Oleh karena itu, tindakan ini perlu dilakukan oleh tim dokter yang ahli dan terlatih, serta kelengkapan fasilitas dan alat medis canggih untuk  penanganan kegawatdaruratan, termasuk dalam melakukan Terapi Trombolitik secara cepat dan tepat. 

Mayapada Hospital adalah rumah sakit yang telah siap menangani kasus kegawatdaruratan melalui  layanan Stroke Emergency yang berstandar internasional dengan tim dokter multidisiplin dan tenaga medis berkompeten didukung fasilitas perawatan yang intensif dan terintegrasi, seperti Catheterization Lab (Cath Lab), dan fasilitas pencitraan seperti CT Scan dan MRI.

Layanan Stroke Emergency Mayapada Hospital siap siaga 24 jam penuh dalam menangani kasus kegawatdaruratan stroke selama rentang golden period, dengan protokol penanganan stroke internasional Door to Needle kurang dari 60 menit untuk menyelamatkan pasien dari risiko komplikasi. 

Stroke Infark juga dapat ditangani dengan prosedur mekanikal Trombektomi, yang lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Riri Sarisanti, M.Kes, Sp.S, FINS, Dokter Spesialis Neurologi Neurointervensi di Mayapada Hospital Bogor.

“Prosedur Trombektomi dilakukan dalam waktu 6-24 jam sejak awal gejala stroke timbul. Tindakan ini dilakukan di Cath Lab menggunakan kateter atau selang kecil yang dimasukkan ke pembuluh darah melalui lipatan paha dan dinavigasikan ke pembuluh darah yang tersumbat di otak, untuk menarik dan mengeluarkan sumbatan.” ungkap dr. Riri. 

Menurutnya, Trombektomi akan memberikan manfaat besar bila dilakukan sesegera mungkin, terutama dalam mencegah dan mengurangi risiko kecacatan jangka panjang akibat stroke.

Prosedur ini juga dapat dilakukan sebagai terapi tambahan setelah terapi trombolitik diberikan, atau apabila pasien tidak memenuhi kriteria untuk menjalani Terapi Trombolitik. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved