Ratusan Guru Lolos PPPK, Ketua DPRD Cianjur : Tingkatkan Pendidikan di Kabupaten Cianjur

Para guru yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diharapkan dapat berkontribusi untuk peningkatan kualitas pendidikan.

istimewa
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para guru yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diharapkan dapat berkontribusi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika dalam keterangannya, Jumat (10/1/2025). 

Dikatakan Metty, para peserta yang lolos ini sudah melalui proses seleksi ketat dengan kerja keras dan dedikasi tinggi. 

"Saya mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus. Keberhasilan ini adalah buah dari perjuangan dan dedikasi yang luar biasa. Saya berharap para guru yang terpilih dapat memberikan kontribusi terbaik untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur,” ujar Metty, Jumat (10/1/2025). 

Metty pun memberikan apresiasi kepada Panitia Seleksi PPPK atas pelaksanaan seleksi yang transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Proses seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi secara umum tentu sudah berjalan dengan baik dan memenuhi prinsip akuntabilitas. Ini merupakan langkah maju dalam mendukung kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan,” katanya.

Metty pun bercerita soal pengalamannya saat kunjungan kerja ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung untuk melakukan sharing terkait pelaksanaan seleksi PPPK.

“Kemarin kita juga melakukan kunjungan ke BKPSDM Kabupaten Bandung dalam rangka sharing pelaksanaan PPPK. Ternyata di Kabupaten Bandung itu ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk memfasilitasi pelaksanaan seleksi PPPK, sehingga lokasi seleksi bisa diadakan di kabupaten sendiri tanpa harus ke provinsi atau kabupaten lain. Ini tentunya lebih memudahkan peserta,” katanya.

Seleksi PPPK di Kabupaten Cianjur sendiri tercatat mencapai 3.866 formasi, yang terdiri dari 3.066 untuk guru, 500 tenaga kesehatan (nakes), dan 300 tenaga teknis. 

Pada pengumuman hasil seleksi gelombang pertama, sebanyak 3.065 formasi guru, 159 nakes, dan 296 tenaga teknis telah terisi, menyisakan 346 formasi yang masih kosong.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved