Rahang Tuna dengan Bumbu Tuturuga, Cita Rasa Khas Manado di Se'i sapi Lamalera Bandung
Menu rahang tuna bumbu tuturuga memadukan kelezatan daging tuna yang lembut dari rahang ikan dengan bumbu tuturuga khas Manado
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pencinta kuliner wajib rasakan sensasi dari masakan rahang tuna dengan bumbu tuturuga yang merupakan khas Manado.
Rahang tuna bumbu tuturuga hadir di Se'i sapi Lamalera Jalan Emong, Kota Bandung. Se'i sapi Lamalera menyajikan kuliner mengusung cita rasa autentik Nusantara.
Menu rahang tuna bumbu tuturuga memadukan kelezatan daging tuna yang lembut dari rahang ikan dengan bumbu tuturuga khas Manado yang kaya akan rempah dan rasa tradisional.
Direktur Se'i sapi Lamalera, Erick Santoso menjelaskan rahang tuna ini dimasak dengan teknik yang tetap menjaga kesegaran bahan dan rasa aslinya.
Rahang tuna juga, katanya, tak hanya memanjakan lidah pencinta kuliner, melainkan bisa menyampaikan cerita tentang keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.
"Rahang tuna bumbu tuturuga ini simbol kecintaan terhadap kuliner Nusantara. Jadi, kami ingin memperkenalkan lebih jauh warisan budaya kuliner Indonesia timur ke masyarakat luas. Bumbu tuturuga yang kaya akan cita rasa rempah, semisal kemangu, daun jeruk, dan santan, menggambarkan betapa melimpahnya warisan kuliner Indonesia yang sering kali tak terungkap di meja makan sehari-hari," katanya, Jumat (10/1/2025).
Menu ini, lanjutnya, upaya nyata menjaga tradisi dan menunjukan rasa bangga terhadap keanekaragaman bangsa.
Erick menegaskan, menu baru ini diciptakan untuk siapa saja yang mencintai eksplorasi rasa, mulai penggemar kuliner tradisional sampai generasi muda yang ingin mengenal lebih dalam warisan Nusantara.
"Setiap gigitan mengandung cerita budaya yang layak dibagikan. Rahang tuna dengan bumbu tuturuga bisa dinikmati setiap hari di sini. Kami percaya bahwa kelezatan tradisional layak dirayakan kapan saja baik makan siang keluarga, acara formal, maupun pengalaman santap malam yang tak terlupakan," katanya.
Menu rahang tuna tuturuga, kata Erick, tersedia di semua cabang rumah makan Se'i sapi Lamalera. Rahang tuna ini dimasak sampai teksturnya empuk dan juicy. Ditambah, dilumuri bumbu tuturuga yang dimasak perlahan untuk memastikan setiap rempahnya meresap sempurna.
Biasanya bumbu tuturuga ini dihidangkan bersamaan dengan olahan daging penyu. Namun, dengan adanya kebijakan penyu dilindungi, sehingga bumbu tuturuga dieksperimen untuk olahan lain, termasuk rahang tuna hingga seafood.
"Alhamdulillah ternyata respon masyarakat atau pengunjung senang sekali dengan menu baru rahang tuna bumbu tuturuga ini. Kami juga memakai bahan baku yang didatangkan langsung dari Manado, semisal ikan tuna dan bumbunya," katanya.
Erick juga menyebut untuk menu rahang tuna ini disediakan yang ukuran 500 gram hingga 1 kg untuk empat sampai delapan orang. Namun, Se'i sapi Lamalera juga menyediakan untuk porsi per orangan sekitar ukuran 125 gram
"Harganya itu dikisaran Rp 35 ribu sampai Rp 250 ribu. Kami buka dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB," katanya.(*)
| Potret Sejarah KAA di Hotel Savoy Homann: Mengintip Kamar 144 yang Pernah Ditempati Jawaharlal Nehru |
|
|---|
| Pelayanan Kecamatan Tetap Normal, Tak Terdampak Kebijakan WFH ASN di Kota Bandung |
|
|---|
| Kisah di Balik Bayi Nyaris Tertukar: Nina Tahan Luka Sesar, 4 Hari Pulang-Pergi Naik Motor ke RSHS |
|
|---|
| Siap-siap Bandung Macet Akhir Pekan Ini 11-12 April 2026, Ada 2 Pameran Lowongan Kerja |
|
|---|
| DPRD Jabar Desak Kemenkes Audit Investigasi RSHS Bandung Buntut Kasus Bayi Nyaris Tertukar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Rahang-tuna-bumbu-tuturuga-hadir-di-Sei-sapi-Lamalera-Jalan-Emong-Kota-Bandung.jpg)