Minggu, 19 April 2026

Banjir Rob Kembali Hantam Ambulu Cirebon, Murid SD Belajar Tanpa Alas Kaki

Kamis (9/1/2025) pagi ini, banjir rob menggenangi jalan-jalan desa, perumahan warga, hingga fasilitas publik.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
eki yulianto/tribun jabar
Potret suasana kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Ambulu di tengah banjir rob yang melanda Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (9/1/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Desa Ambulu di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi saksi amukan air laut yang meluap hingga merangsek ke daratan. 

Kamis (9/1/2025) pagi ini, banjir rob menggenangi jalan-jalan desa, perumahan warga, hingga fasilitas publik.

Bahkan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Ambulu, yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai, tak luput dari genangan setinggi 20 sentimeter.

banjir rob ambulu 91
Potret SDN 3 Ambulu di tengah banjir rob yang melanda Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (9/1/2025).

Sekolah yang biasanya menjadi tempat belajar dan bermain kini bak kolam, dengan air yang menggenangi halaman hingga menyusup ke dalam ruang kelas dan ruang guru.

Suara gemericik air berpadu dengan langkah-langkah kecil murid yang menapak basah, mengawali hari yang penuh tantangan.

“Kejadian ini bukan pertama kali."

Baca juga: Banjir Rob di Pesisir Eretan Indramayu Makin Parah, Hari Ini Capai Ketinggian 1,2 Meter

"Banjir rob sudah biasa terjadi di sini, apalagi saat musim hujan."

“Sejak November 2024, sudah enam kali air masuk ke dalam kelas, bahkan bulan Desember kemarin dua kali."

"Yang kemarin itu (8 Januari 2025) paling parah, sampai enam kelas dan ruang guru ikut tergenang," ujar Kepala SDN 3 Ambulu, Sautun Hasanah saat diwawancarai di lokasi, Kamis (9/1/2025).

Pagi ini, aktivitas belajar di SDN 3 Ambulu sempat tertunda.

Para guru dan murid bahu-membahu membersihkan air yang menggenangi kelas. 

Tak banyak murid yang hadir saat pagi menjelang, karena sebagian besar masih sibuk mengatasi banjir yang juga melanda rumah mereka.

“Jumlah murid kami ada 164 orang, semuanya terdampak."

"Banyak anak-anak yang bangun tidur sudah menemukan air di bawah tempat tidur mereka."

"Ada yang memilih tidur lagi karena malas menghadapi genangan air di rumah,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved