Berita Viral

Cerita Mahasiswa NTB yang Dilecehkan Dosen Gay Mengejutkan, Terungkap Iming-iming dan Ritual Pelaku

Belakangan mahasiswa yang diduga jadi korban pelecehan seksual dosen itu mengungkap cerita dan pengakuan soal iming-iming dan ritual pelaku

Editor: Hilda Rubiah
Kolase Youtube
Ketua Koalisi stop kekerasan seksual NTB Joko Jumadi (kiri) menceritakan pengakuan para mahasiswa yang jadi korban pelecehan seksual dosen gay (kanan) di Mataram, NTB.  

Pertama, korban terjebak lantaran disebut oleh sang dosen dirinya punya penyakit misterius.

Karenanya korban pasrah saat dilecehkan oleh sang dosen.

"Modusnya setiap ada korban yang dia (pelaku) dekati, dia mengatakan (ke korban) 'kamu ada penyakit di tubuhmu, harus dikeluarkan'. Nah salah satu cara mengeluarkan penyakit itu dengan onani, dia (pelaku) yang pegang alat kelamin korban," cerita Sabri.

Korban lainnya menceritakan alasan kedua kenapa ia mau mengikuti perintah sang dosen LR untuk dilecehkan.

Ternyata alasannya karena sang dosen sengaja menyuruh korban untuk datang ke kosannya dengan modus menyerahkan tugas kuliah.

Fakta baru tersebut diungkap oleh Ketua Koalisi stop kekerasan seksual NTB, Joko Jumadi.

"Modusnya ada berbagai macam, karena ada yang dia (pelaku kenal korban) di kampus maka dia (pelaku) memberikan tugas, kemudian mengajak yang bersangkutan untuk mendatangi kos-kosnya kemudian terjadi pelecehan seksual," imbuh Joko Jumadi dilansir dari tayangan SCTV.

Pengakuan korban ketiga adalah dirinya bukanlah mahasiswa dari pelaku.

Korban tersebut bercerita bahwa ia kenal dengan sang dosen di komunitas.

Untuk diketahui, dosen LR belakangan disebut-sebut sebagai ketua komunitas gay di NTB.

"Ada juga korban yang di luar, yang di komunitas," akui Joko.

Lalu korban berikutnya mengungkap alasan mengejutkan soal dirinya yang turut jadi korban pelecehan sang dosen cabul.

Korban tersebut mengaku alasannya mau mengikuti ritual aneh sang dosen karena dijanjikan ilmu sakti.

"Ada yang dijanjikan mendapatkan ilmu tertentu. Tapi untuk mendapatkan ilmu itu harus melalui ritual pembersihan alat vital. Pelaku leluasa melakukan pelecehan seksual kepada korban," ujar Joko Jumadi.

Atas kebejatan dosen LR, Sabri selaku pendamping para korban pun mendesak pihak kepolisian segera bertindak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved