Pastikan Program 3 Juta Rumah Tersedia, Menteri PKP Cek Perumahan di Kabupaten Bandung
Ara tidak hanya memastikan bangunan rumahnya tersedia. Tetapi juga mengajak para penghuni berdialog tentang kondisi rumah, ketersediaan air.
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan bahwa program 3 juta rumah untuk masyarakat benar-benar berjalan tanpa adanya hambatan berarti.
Hal itu dipastikan pria yang akrab disapa Ara tersebut, usai mengunjungi Perumahan Buana Cicalengka Raya 2 di Kampung Nunuk, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung.
Dalam kunjungannya tersebut, Ara tidak hanya memastikan bangunan rumahnya tersedia. Tetapi juga mengajak para penghuni berdialog tentang kondisi rumah, ketersediaan air, hingga kualitas bangunan.
"Dari 117 stock rumah yang ada, tadi saya cek 5 rumah, bagus tidak ada keluhan, pemilik rumahnya merasa puas dengan kualitas (rumah)," ujarnya kepada awak media saat ditemui lokasi pada Senin (30/12/2024).
Selain itu Ara mengatakan dirinya telah menginstruksikan Wakil Menteri (Wamen) dan Direktur PKP untuk terjun langsung di beberapa lokasi, guna memastikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Dua hari yang lalu ada tiga titik di Bogor, sebelumnya di Serang juga. Jadi sebagai menteri saya tidak hanya menerima laporan, saya harus turun ke bawah untuk mengecek lapangan," katanya.
"Dari situ baru saya bisa mengambil kesimpulan yang akan saya sampaikan kepada menteri keuangan. Betul enggak ada ready stock seperti yang disampaikan. Supaya informasinya bisa akurat," ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) sekaligus CEO Buana Kassiti Group, Joko Suranto mengungkapan, di perumahan Buana Cicalengka Raya 2 terdapat 117 unit rumah subsidi yang sudah siap huni.
"Iya stock nya itu 117, kalau komersil semua ready. Itu jangka waktu satu tahun, kita bangun hanya waktu 3 bulan. Artinya dalam kurun waktu itu semuanya ready," ujarnya.
Dengan adanya hal tersebut, Joko mengaku pihaknya sangat optimistis program 3 juta perumahan untuk masyarakat bisa terealisasi, terlebih apabila di dukung oleh lingkungan birokrasi yang positif.
"Kami optimisme di tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Kenapa? ada antusias positif program 3 juta rumah, siklus-siklus yang di dorong, perizinan. Inisiasi pemerintah untuk mendorong penyelesaian backlog ini bagus," katanya.
Tak hanya itu, Joko berharap target pemerintah untuk membangun rumah subsidi atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa mencapai 11 hingga 12 persen pada tahun 2025 nanti.
"Kalau Buana Kasiti berharapnya lebih banyak. Tahun ini kita buka tiga titik, 75 persen nya itu MBR. Pasti ke depannya lebih baik dan lebih banyak lagi," ucapnya.
| UU PPRT Disahkan, Dedi Mulyadi Siapkan Perda Perlindungan PRT Jabar |
|
|---|
| Kakek di Bandung Barat Dijambret saat Hendak Menyeberang Jalan, Uang Rp 16 Juta dari Bank Raib |
|
|---|
| Tembakau Mole Siap Mendunia! Kemenkum Jabar Dorong Percepatan Hak Indikasi Geografis |
|
|---|
| UU Perlindungan PRT Disahkan DPR, Disnakertrans Jabar Tunggu Aturan Turunannya |
|
|---|
| Semangat Kartini ala Dewi Ayu, Pengusaha yang Terpanggil Jadi Guru Honorer di Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Menteri-Perumahan-dan-Kawasan-Permukiman-PKP-Maruarar-Sirait.jpg)