Penangkapan Terduga Teroris
7 Fakta Sosok Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Tasik, Terkait dengan Teroris di Majalengka
Inilah fakta-fakta sosok terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror di Tasikmalaya, ternyata ada kaitannya dengan penangkapan teroris di Majalengka
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Inilah fakta-fakta sosok terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Tasikmalaya.
Seorang terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror di Kampung Urug, Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/12/2024).
Seorang camat Sariwangi setempat menungkap sosok terduga teroris tersebut.
Belakangan diketahui, ternyata ada kaitannya dengan penangkapan teroris di Majalengka.
Baca juga: Sosok Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Antiteror di Majalengka, Pak RW Ungkap Kesaksian
Berikut Tribunjabar.id rangkum 7 fakta sosok terduga teroris ditangkap Densus 88 di Tasikmalaya tersebut.
1.Tak Dikenali Warga
Dalam penangkapan teroris di Tasikmalaya ini membuat warga kampung setempat geger.
Pasalnya, warga tak mengetahui sosok terduga pelaku tersebut.
“Warga tidak banyak yang tahu keberadaan terduga pelaku tersebut," ujar Camat Sariwangi Wawan Muhamad Ridwan.
Sosok terduga teroris itu juga dikabarkan tidak memilki saudara di Kampung Urug Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya tersebut.
"Gak kenal dan tak pernah lihat, dan tadi pagi petugas menangkap satu orang, dibawa sama petugas," tambahnya.
2. Pendatang
Sosok terduga teroris tak dikenali warga itu ternyata pendatang.
Kedatangannya ke Kampung Urug tersebut diketahui sebagai tamu.
Diungkap Camat Sariwangi, terduga teroris itu baru dua minggu tinggal.
"Informasinya kira-kira baru satu Minggu (tinggal di sini, red),” ungkap sang camat.
3. Asal Garut
Menurut informasi yang diterima sang camat, sosok terduga teroris itu merupakan warga Garut, Jawa Barat.
Namun, warga setempat tak mengenal pria tersebut.
"Aslinya menurut informasi daerah Kabupaten Garut, dan warga pun tidak ada mengetahui dan tak ada yang kenal," ungkap Punduh Desa Jayaratu, Ridwan.
Bahkan kedatangan awal pria tersebut pun di Kampung Urug juga tidak diketahui warga.
"Sementara belum mendapatkan hasil yang real, dan sempat ditanya ke pak RT juga ga tahu karena ga lapor," ujar Ridwan.
Baca juga: Penangkapan Terduga Teroris di Tasikmalaya Bikin Warga Geger, Sosok yang Diciduk Densus Tak Dikenal
4. Ditangkap di Rumah Ustaz
Punduh Desa Jayaratu, Ridwan mengungkap terduga teroris itu ditangkap di rumah salah satu Kampung Urug.
"Pemilik rumah atas nama pak Upin dibawa petugas berikut RT ke kantor polisi," tuturnya.
Ketua RT Zenal Arifin memperjelas bahwa sosok terduga teroris ditangkap di rumah milik seorang Ustaz.
Dikabarkan ustaz tersebut memiiki hubungan dengan terduga teroris tersebut.
Sementara diketahui ustaz yang memiliki rumah dihuni terduga teroris itu berprofesi sebagai pedagang asongan.
Sang ustaz berdagang berkliling ke sekolah-sekolah.
Namun, Zenal mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang dilakukan oleh terduga pelaku selama berada di rumah tersebut.
5. Sempat Dikira Kasus Pencurian Motor
Saat penangkapan teroris itu terjadi, ternyata warga sempat mengira kasus pencurian motor (curanmor).
Ketua RT Zena l itu mengira kehadiran polisi terkait kasus curanmor karena berdasarkan informasi sementara dari warga sekitar.
"Malah saya awalnya mengira ada curanmor dan itu informasi dari tetangga, karena banyak petugas polisi," jelasnya.
6. Satu Dus Buku Diamankan
Dalam penangkapan terduga teroris itu, Densus 88 Antiteror mengamankan sejumlah barang.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk buku-buku yang disimpan dalam sebuah dus.
Zenal menyebut dirinya tidak sempat melihat isi buku-buku tersebut dan tidak mengetahui kasus apa yang sedang diusut oleh pihak berwenang.
"Bawa buku banyak ada sekitar satu dus, dan saya ga sempat baca. Dan saya kurang tahu pas diamankan kasus apa," tandasnya.
Baca juga: Densus 88 Tangkap 8 Teroris di 4 Provinsi, Termasuk di Jawa Barat
7. Satu Rangkaian Penangkapan Teroris di Majalengka
Secara bersamaan, Densus 88 Antiteror juga menangkap terduga teroris di Majalengka, pada Jumat (27/12/2024).
Diketahui penangkapan teroris di Tasikmalaya itu satu rangkaian dengan penangkapan teroris di Majalengka.
Sementara itu diketahui di Majalengka Densus 88 Antiteror menangkap 4 terduga teroris.
Satu di antara sosok terduga teroris itu diketahui merupakan warga Majalengka berinisial AR (52).
AR ditangkap Densus 88 Antiteror di kediamannya di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Aksi penangkapan teroris terharap AR pun membuat warga terkejut.
Pasalnya sosok AR terduga teroris itu dikenal baik oleh warga.
Hal itu diungkap berdasarkan kesaksian Pak RW setempat.
Pak RW 06 Kelurahan Majalengka Wetan, Sabur Subekti, mengatakan sehari-hari AR dikenal sebagai sosok yang rajin bersosialisasi.
Diketahui AR berprofesi sebagai guru di Tasikmalaya.
Menurut Sabur Subekti, AR lebih banyak beraktivitas di luar daerah, dan hanya sesekali pulang ke Majalengka.
"Kalau pulang pasti bersosialisasi dengan warga sini meski hanya satu atau dua hari, jadi bukan sosok yang tertutup," kata Sabur Subekti saat ditemui di kawasan Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jumat (27/12/2024) malam.
Pak RW itu juga mengungkap sosok AR dikenal warga setempat sebagai pribadi yang tergolong terbuka mengenai kehidupan pribadi maupun profesinya.
Selain itu, AR juga beberapa kali sempat mengajak rekan seprofesinya mengunjungi kediamannya, dan berbaur dengan masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, Pak RW itu pun mengaku kaget karena sosok AR yang dikenal baik.
Sabur juga mengaku selama mengenal AR tidak pernah melihat gelagat tidak beres atau mencurigakan.
Ia menilai sosok AR yang kini jadi terduga teroris itu biasa-biasa saja.
"Orangnya biasa saja seperti kita-kita ini, bahkan kalau berpapasan di jalan pasti menyapa meski hanya basa-basi bertanya mau ke mana atau lainnya," ujar Sabur Subekti.
Ia menyampaikan, jika kebetulan berada di Kelurahan Majalengka Wetan, maka AR juga selalu berkumpul bersama teman-teman semasa kecilnya, dan tetangga lainnya.
Karenanya, Sabur mengaku sangat terkejut ketika Densus 88 Antiteror Polri menggerebek kediaman AR pada Jumat pagi kemudian langsung mengamankannya.
"Kami dari warga sini juga kaget dan enggak menyangka AR diduga terlibat teroris, bahkan katanya sudah lama, karena selama ini orangnya normal-normal saja," ungkap Sabur Subekti.
| ASN Kemenag dan Dinas Pariwisata di Aceh Ditangkap Densus 88 Atas Dugaan Terorisme |
|
|---|
| Densus 88 Tangkap Remaja di Gowa yang Terafiliasi Kelompok Teroris ISIS, Ini yang Dia Lakukan |
|
|---|
| Detik-detik Warga Majalengka Ditangkap Densus 88, Digerebek Pukul 07:30 |
|
|---|
| Ini Barang-barang yang Disita Densus 88 dari Rumah Terduga Teroris di Majalengka |
|
|---|
| Warga Majalengka yang Ditangkap Densus 88 Jarang Pulang, Banyak di Bandung dan Tasikmalaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Lokasi-kediaman-yang-ditempati-terduga-teroris.jpg)