Sabtu, 23 Mei 2026

10 Santriwati di Kuningan Diduga Dicabuli Pengajar, Terungkap Saat Menolak Ikut Ujian

Berdasarkan informasi terhimpun, terduga pelaku pengajar cabul berinisial AK (41) telah mencabuli sejumlah santriwati alias anak didiknya.

Tayang:
tribuncirebon.com / Ahmad Ripai
Petugas Polres Kuningan saat melakukan interogasi kepada tersangka pencabulan santriwati di Kabupaten Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Setidaknya 10 santriwati Pondok Pesantren di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, diduga menjadi korban asusila tenaga pendidiknya. Hal itu sontak menjadi perhatian masyarakat hingga petugas kepolisian pun angkat bicara.

Berdasarkan informasi terhimpun, terduga pelaku pengajar cabul berinisial AK (41) telah mencabuli sejumlah santriwati alias anak didiknya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Ika Prabawa membenarkan kejadian tersebut.

"Untuk terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Kuningan dan diketahui ada sebanyak 10 orang santriwati yang menjadi korban," kata Kasat Reskrim AKP I Putu Ika Prabawa dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024).

Menurut AKP I Putu Ika Prabawa, santriwati yang menjadi korban itu rata-rata masih di bawah umur 14-16 tahun.

"Korban berusia di bawah 17 tahun, atau rata-rata usia mereka 14-16 tahunan," ujarnya.

Kasus tersebut terungkap ketika salah satu santriwati tiba-tiba mengundurkan diri dari pesantren tersebut.

"Saat sejumlah santriwati mundur dari masa pendidikan hingga menolak mengikuti ujian di pesantren. Laporan ini yang kami terima hingga mengamankan terduga pelaku. Kemudian, setelah ditanyakan korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku," katanya.

Pelaku melakukan pencabulan saat situasi sepi.

"Jadi, ketika para santri yang lain sedang melakukan kegiatan atau beberapa santriwati yang tidak mengikutinya, terduga melakukan hal kurang baik," katanya

Mengenai jumlah korban hasil pendalaman petugas Reskrim Polres Kuningan, Putu mengungkap jumlah korban terdata ada sekitar 10 orang korban yang telah teridentifikasi.

"Dari pendalaman kasus itu ada 10 santriwati yang menjadi korban dan kejadiannya telah dilakukan pelaku ini sejak tahun 2022 hingga sekarang,” kata Putu lagi.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved