Cara Terbaik untuk Menyeduh Kopi, Ilmuwan Ungkap Hasil Penelitiannya

penelitian terbaru yang dipublikasikan di Scientific Reports mengungkapkan fakta-fakta mengejutkan yang dapat mengubah cara pandang kita terhadap kopi

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petani Kopi Wanoja sedang mensortir biji kopi di tempat pengolahan kopi Kelompok Tani Kopi Wanoja, di kaki Gunung Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Selasa (1/10/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perdebatan mengenai metode terbaik dalam penyeduhan kopi terus menjadi topik hangat di kalangan pecinta minuman ini. Salah satu isu yang tak lekang oleh waktu adalah hubungan antara tingkat pemanggangan biji kopi dengan kadar kafein yang dihasilkan.

Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan di Scientific Reports mengungkapkan fakta-fakta mengejutkan yang dapat mengubah cara pandang kita terhadap kopi, terutama bagi penggemar kopi panggang gelap.

Studi ini tidak hanya menjelaskan mekanisme ilmiah di balik ekstraksi kopi, tetapi juga memetakan hubungan antara karakter fisik biji kopi dengan kadar kafeinnya.

Zachary Lindsey, asisten profesor fisika di Berry College, Georgia, berbagi pengalamannya yang bertahun-tahun penuh dilema.

"Dua dekade lalu, seorang barista mengatakan kepada saya bahwa kopi panggang gelap memiliki lebih banyak kafein," ujarnya kepada Popular Science, dilansir National Geographic Indonesia.

"Namun, sepuluh tahun kemudian, pendapat lain muncul, menyatakan kopi panggang terang justru lebih unggul dalam hal ini."

Sayangnya, menurut Lindsey, data ilmiah yang benar-benar mendukung salah satu klaim tersebut masih langka. Kondisi inilah yang mendorong penelitian lebih lanjut tentang bagaimana proses pemanggangan dan penyeduhan kopi memengaruhi kandungan kimianya, terutama kafein.

Proses Penelitian: Dari Kimia hingga Mikroskop

Dalam studinya, tim Lindsey menggunakan biji kopi Ethiopia yang telah melalui dua jenis pengolahan—proses alami dan pencucian—kemudian dieksplorasi pada lima tingkat pemanggangan berbeda. Untuk memahami dampaknya, kopi ini diseduh dalam tiga durasi berbeda: satu, dua, dan sepuluh menit.

Penelitian ini mengandalkan tiga metode utama:

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC)
Teknik ini digunakan untuk mengukur konsentrasi senyawa kunci seperti kafein dan asam klorogenat, yang berperan dalam membentuk cita rasa kopi.

Mikroskop Elektron Scanning (SEM)
Dengan SEM, para peneliti mempelajari struktur fisik biji kopi setelah pemanggangan, termasuk pori-pori dan partikel yang memengaruhi laju ekstraksi.

Refraktometri
Metode ini menganalisis hasil ekstraksi melalui pengukuran pembelokan cahaya, yang memberikan wawasan tentang kelarutan senyawa organik seperti kafein.

Dari kombinasi analisis ini, tim Lindsey menyusun profil kimia dan fisik dari setiap jenis kopi yang diuji, menghasilkan pemahaman mendalam tentang dinamika ekstraksi pada tingkat molekuler.

Panggang Sedang: Juara Kandungan Kafein

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved