Anak Bos Pabrik Roti di Jakarta yang Aniaya Karyawan Sesumbar Takkan Dipenjara, Orangtua Bela Korban

GSH pernah mengaku tidak akan bisa diseret ke penjara atas ulahnya tersebut sambil memaki korban.

Editor: Ravianto
Istimewa
Anak bos toko roti di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah videonya menganiaya karyawan beredar viral. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Aksi penganiayaan dilakukan anak bos pabrik roti di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Anak bos pabrik roti itu terakhir menganiaya karyawan pada Oktober 2024 lalu sebelum dilaporkan polisi.

Polisi baru meningkatkan status jadi penyidikan, pekan ini. Aksi penganiayaan itu dilakukan GSH, anak bos pabrik roti.

Korbannya banyak namun baru DA yang melaporkan penganiayaan itu ke kantor polisi.

DA, nama perempuan korban penganiayaan anak bos pabrik roti itu mengaku sudah berulang kali dianiaya.

Setiap kali menganiaya, GSH sesumbar tak akan bisa ditangkap polisi karena dia punya uang.

Baca juga: Sosok Anak Bos Toko Roti di Cakung yang Aniaya Karyawan, Disebut Tak Takut Dilaporkan Orang Miskin

GSH pernah mengaku tidak akan bisa diseret ke penjara atas ulahnya tersebut sambil memaki korban.

"Sebelum kejadian ini saya pernah dilempar meja, tapi tidak mengenai saya dan saya dikatain babu dan orang miskin, dia merendahkan saya dan keluarga saya. Dia juga sempat ngomong 'orang miskin kaya lu nggak bakal bisa masukin gua ke penjara gua kebal hukum'," kata DA saat dihubungi, Minggu (15/12/2024).

Dwi Ayu Darmawati (19) saat memberi keterangan terkait kasus penganiayaan oleh anak bos toko roti berinisial GSH di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2024).
Dwi Ayu Darmawati (19) saat memberi keterangan terkait kasus penganiayaan oleh anak bos toko roti berinisial GSH di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2024). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Lalu, aksi penganiayaan itu mencapai puncaknya pada Kamis (17/10/2024) yang lalu.

Kala itu, pelaku meminta korban untuk mengantarkan pesanan makanannya.

Namun permintaan itu ditolak oleh DA karena tengah bekerja. Apalagi, permintaan itu bukan masuk dari tugasnya dan sudah ada perjanjian dengan adik pelaku jika dia tak mau melakukan apa yang disuruh GSH.

Bahkan, GSH juga menelepon ibunya yang merupakan bos korban soal penolakan yang dilakukan korban.

Saat itu, ibu GSH malah mendukung korban dan meminta agar membawa makanan itu sendiri.

Meski demikian, saat itu pelaku malah mengamuk hingga melakukan penganiayaan. Korban dilempar menggunakan beberapa barang termasuk kursi hingga membuat kepala korban bocor. 

"Akhirnya setelah saya tolak berkali-kali dia marah dan melempar saya pakai patung batu, kursi, meja, mesin bank dilakukan berkali-kali dan semua barang yang dilempar oleh si pelaku semua kena tubuh saya," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved