Banjir dan Longsor di Sukabumi
Momen Pemotor Nekat Lalui Jembatan yang Terputus di Sukabumi, Ban Depan 'Jumping'
Pemotor yang nekat melalui jembatan miring yang terputus di Sukabumi itu pun terlihat ada yang sampai jumping. Pemotor juga ada yang mengalami slip
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Akses jalur Geopark masih terputus akibat Jembatan Cihaur / Cisantri terputus oleh banjir bandang, tepatnya di KM BDG 161 + 784 di Kampung Cisantri, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Pantauan Tribunjabar.id, jalan habis tergerus longsor dan jembatan nampak miring, sebagian beton penyangga jembatan nampak masih berdiri menyangga aspal jembatan yang miring.
Kondisi itu kian ekstrem karena terdapat warga yang nekat melalui jembatan yang sudah roboh dan miring itu.
Warga pun mendirikan jembatan sementara dari bambu agar bisa melalui jembatan terputus.
Terlihat sebagian jembatan masih sedikit tertahan oleh beton penyangga jembatan dengan kondisi miring dan sebagian jalan sudah hilang oleh banjir bandang.
Baca juga: Belasan Makam di Cibadak Sukabumi Terpaksa Dipindahkan, Terdampak Pergerakan Tanah
Warga pun menambahkan balok kayu di jembatan miring yang terputus agar bisa dilalui pemotor.
Pemotor yang nekat melalui jembatan miring yang terputus itu pun terlihat ada yang sampai jumping. Pemotor juga ada yang mengalami slip saat melalui aspal miring di lokasi jembatan terputus tersebut.
Warga setempat pun nampak membantu pemotor yang melalui akses jalan terputus itu. Tak sedikit pemotor yang terpaksa melintas dibantu didorong oleh warga, mereka terpaksa melintasi jembatan terputus itu karena tak ada pilihan lain.
Salah seorang pemotor, Dede Suhendar (40) mengaku takut saat melalui jembatan bambu yang dibuat di lokasi jembatan terputus tersebut. Namun, ia tak punya pilihan lain karena tidak ada lagi akses jalan untuk beraktivitas
"Iya susah gak bisa lewat. Udah biasa, takut sih takut, tapi gak papa, udah 4 hari lewat jembatan seadanya. Saya warga Kampung Sangrawayang, pasti lah ada harapan, kalau gak diperbaiki ya gimana ini," ucap Dede kepada Tribun di lokasi, Senin (9/12/2024) sore.
Sementara itu, warga Kampung Cisantri, Desa Sangrawayang, Cakra (40) mengatakan, jembatan bamby sengaja dibuat oleh warga agar memudahkan aktivitas sehari-hari warga setempat.
"Ini dari bambu untuk sementara bisa aktivitas, aktivitas warga bisa lancar, karena ini masih dikumpulin bahan-bahannya dari pemerintah, belum lengkep. Ya awalnya takut, cuma gimana lagi, ini akses satu-satunya buat warga belanja dan aktivitas lain warga di sini khususnya," kata Cakra.
Baca juga: Banjir Melanda Sukabumi, DMC Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Jabar Evakuasi Warga Terdampak
Cakra menjelaskan, setiap tahun memang kerap terjadi banjir. Namun, banjir kali ini merupakan kejadian terparah karena sampai memutuskan akses jalan.
"Sebelumnya banjir ada, ini setelah 7 tahun pembangunan ini baru kali ini separah ini, kalau banjir tiap tahun ada, cuma nggk separah sekarang," ucap Cakra.*
#TribunBreakingNews
| Jalan Nasional Tegal Buleud Sukabumi Kembali Tertutup Longsor, Pagi Ini Sedang Dibersihkan |
|
|---|
| Gunung Jayanti Sukabumi Longsor, Jalurnya Terlihat dari Jarak Ratusan Meter, Tak Ancam Pemukiman |
|
|---|
| Relawan Terus Berdatangan, PWI dan IKWI Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Banjir Sukabumi |
|
|---|
| Walhi Tunjukkan Kehancuran Kawasan Hutan karena Tambang di Sukabumi, Diduga Pemicu Banjir Bandang |
|
|---|
| Stok Logistik untuk Korban Bencana Sukabumi Mulai Minim, Ini Kebutuhan Mendesaknya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Momen-nekat-pemotor-lalui-jembatan-terputus.jpg)