Kamis, 30 April 2026

Harga Kelapa Tua Terjun Bebas di Pangandaran, Kini Hanya Rp 1.500 per Buah

Akibat harga yang terus merosot, ucapnya, sejumlah pedagang mengolah buah kelapa tua menjadi kopra. 

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Padna
HARGA KELAPA - Tumpukan kelapa tua di los milik Marsudin di Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026) malam. Harga kelapa tua terjun bebas dari Rp 4.500 menjadi Rp 1.500 per buah. 

Ringkasan Berita:
  • Harga kelapa tua turun tajam di Kabupaten Pangandaran hingga menjadi Rp 1.500 per butir.
  • Sejumlah pedagang pun beralih untuk mengolah buah kelapa tua menjadi kopra. 
  • Petani berharap langkah konkret pemerintah untuk membuka akses ekspor atau stabilisasi harga.

 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Harga kelapa tua merosot tajam di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dalam beberapa bulan terakhir.

Dari sempat berada di kisaran Rp 4.500 per buah, harga kelapa tua kini jatuh hingga Rp 1.500 per buah.

Kondisi itu dikeluhkan para petani dan bakul kelapa karena berdampak langsung pada pendapatan harian mereka.

Penurunan harga kelapa itu diduga dipicu minimnya ekspor kelapa sehingga pasokan melimpah di tingkat lokal dan tidak terserap pasar.

Bakul atau pedagang kelapa di Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Marsudin (36), mengatakan sulitnya ekspor membuat stok kelapa menumpuk.

Baca juga: Harga Kelapa Tua di Pangandaran Meroket, Naik Dua Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu, Barangnya Langka

 

"Katanya karena sulit ekspor, jadi banyak kelapa yang numpuk dan tidak terjual," ujarnya kepada Tribun Jabar di depan kiosnya di Karangsari, Kabupaten Pangandaran, Rabu (29/4/2026) malam.

Akibat harga yang terus merosot, ucapnya, sejumlah pedagang mengolah buah kelapa tua menjadi kopra. 

Peralihan tersebut belum sepenuhnya menguntungkan karena harga kopra juga mulai mengalami penurunan.

"Sekarang banyak yang dikopra dulu. Kemarin kopra basah sempat Rp 6.000 per kilogram, tapi tadi siang turun sekitar Rp 700," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ade Tarli (51), petani kelapa asal Kecamatan Kalipucang. Ia mengaku harga kelapa yang terus turun membuat penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Dulu pernah sampai Rp 8.000 per butir, sekarang turun terus sampai Rp 1.500 per butir. Padahal hasil kelapa biasa untuk kebutuhan dapur sehari-hari," ucap Ade.

Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintahuntuk membuka akses ekspor atau stabilisasi harga kelapa.

"Ya, agar harga kelapa di kita kembali normal seperti dulu yang mencapai Rp 8.000 per butir," ujarnya. *

 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved