Rabu, 29 April 2026

Kisah dan Sejarah Panjang Kue Kering: Tradisi Manis yang Menyatukan Budaya Dunia

Ketika Muslim menaklukkan Spanyol pada abad ke-8, kue kering pun masuk ke Eropa. Perdagangan rempah-rempah yang berkembang membawa pengaruh besar.

Tayang:
shutterstock via kompas.com
Gingerbread Cookies 

TRIBUNJABAR.ID - Kue kering atau biskuit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan di berbagai belahan dunia. Beragam budaya memiliki kue khas mereka sendiri, sering kali disajikan pada momen-momen istimewa seperti festival dan hari raya.

Salah satu perayaan yang memperkenalkan kue kering secara luas adalah festival titik balik matahari musim dingin yang telah berlangsung ribuan tahun.

Seiring berjalannya waktu, kue kering menjadi suguhan populer saat Natal di Eropa, terutama karena sifatnya yang tahan lama, mudah dibagikan, dan dapat dibuat dalam jumlah besar.

Tradisi ini terus berkembang hingga menjadi bagian penting dalam kemeriahan Natal di berbagai tempat di dunia.

Jejak Sejarah Kue Kering

Menurut koki selebriti Nick DiGiovanni, asal-usul kue kering dapat ditelusuri hingga Persia pada abad ke-7, ketika tebu mulai diperkenalkan di wilayah tersebut.

“Ketika gula mulai tersedia bagi masyarakat, gula berubah dari barang mewah menjadi bahan yang cukup umum. Sejak itu, orang menyukai kue,” ujar DiGiovanni dilansir National Geographic Indonesia.

Awalnya, kue kering dibuat dengan kacang-kacangan, sehingga teksturnya lebih keras dan kering dibandingkan dengan versi modern.

Ketika Muslim menaklukkan Spanyol pada abad ke-8, kue kering pun masuk ke Eropa.

Perdagangan rempah-rempah yang berkembang pada abad ke-13 membawa pengaruh besar, membuat kue ini semakin manis, lembut, dan kaya rempah seperti kayu manis, jahe, cengkeh, dan pala.

Linda Raedisch, penulis The Secret History of Christmas Baking, menjelaskan bahwa evolusi kue kering terus berkembang melalui tradisi budaya.

"Kue-kue itu tidak hanya terkait dengan satu hari raya saja," jelasnya.

Pada masa Abad Pertengahan, perayaan titik balik matahari musim dingin di Eropa berangsur menyatu dengan tradisi Natal, sehingga kue-kue kering menjadi simbol perayaan yang menyebar ke seluruh benua.

Legenda Kue Jahe

Kue jahe sering disebut sebagai "kakek buyut" dari kue Natal. Jejaknya berawal dari abad ke-13 di Nuremberg, Jerman, sebuah kota yang terletak di persimpangan jalur perdagangan utama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved