Meningkat 200 Persen dari Tahun Lalu, DBD di Jabar Tembus 53 Ribu Kasus dan 300 Orang Meninggal
Salah satu penyebab meningkatnya kasus DBD karena kondisi cuaca Lanina sama elnino terjadi bersamaan.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dineks) Jawa Barat (Jabar) mencatat angka demam berdarah dengue (DBD) tahun ini mencapai 53 ribu kasus, 300 di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, jumlah kasus DBD tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 23 ribu kasus.
"Tahun kemarin kita 23 ribu kasus. Jadi, hampir 200 persen (kenaikannya)," ujar Vini, Senin (2/12/2024).
Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus DBD karena kondisi cuaca Lanina sama elnino terjadi bersamaan.
"Jadi, hujannya tidak full. Sehingga di situlah perindukan nyamuk meningkat," katanya.
Sebagai upaya menekan angka DBD, kata dia, Pemerintah Provinsi Jabar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur untuk gerakan bersama Jumat bersih.
"Nah, ini harusnya 20 November, cuma karena kemarin ada Pilkada jadi enggak jadi. Tapi SE nya sudah. Di mana isi dalam SE itu wajib Jum'at bersih," ucapnya.
Selain itu, saat ini setiap Pukesmas telah menyediakan layanan deteksi dini DBD untuk masyarakat.
"Di Puskemas sudah ada deteksi dini tentang DBD, itu gratis. Jadi rapid tes DBD sudah ada di Puskesmas, sekarang setiap Jumat ada penguatan bersih-bersih," katanya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Jabar, Rochady menambahkan, kasus DBD tinggi biasa terjadi di wilayah perkotaan dengan pemukiman padat penduduk, pusat perdagangan, pendidikan, industri, pariwisata, dan masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Kota Bandung, Depok dan Kota Bekasi, kata dia, menjadi tiga daerah dengan kasus tertinggi DBD tahun ini.
"Kota Bandung 7.146 kasus, Kota Depok 4.473 kasus dan Kota Bekasi 3.986 kasus. Jadi, berdasarkan laporan kasus DBD tertinggi terjadi di wilayah perkotaan dengan permukiman padat penduduk," ujar Rochady.
Menurut Rochady, tren kasus DBD di Jabar cenderung meningkat tiap bulannya. Dalam rentang satu bulan yakni September-November, terjadi penambahan sekitar 3 ribu kasus DBD dan 12 kasus kematian.
"Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena DBD ini akan meningkat di September, November, Desember, Januari, Februari. Jadi tentunya kita harus menyiapkan dengan cara membersihkan di lingkungan sekitar kita," ucapnya.
Sosok Ahmad, Pedagang di Bandung Barat Viral Bagi-bagi Donat, Kini Ketiban Rezeki dari Dedi Mulyadi |
![]() |
---|
6 Tuntutan Utama Aksi Buruh di Gedung Sate Bandung: Protes PHK hingga Ancaman Mogok Nasional |
![]() |
---|
Polemik KJA di Pangandaran, Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Apresiasi Langkah Unpad |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar M Lillah Sahrul Mubarok Apresiasi Pemprov Siapkan Program Beasiswa Santri |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar Lillah Sahrul Mubarok: Teknis Program Beasiswa Santri Diserahkan ke Kemenag |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.