LSI Denny JA Nilai Ada Empat Faktor yang Membuat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Unggul Telak

Ada empat faktor yang membuat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan

Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pasangan calon nomor urut 4, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menyampaikan visi dan misi dalam Debat Publik Perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat 2024, di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (11/11/2024) malam. 

TRIBUNJABAR.ID - Ada empat faktor yang membuat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan unggul telak dengan 61,85 persen dalam hitung cepat (quick count) versi Lingkaran Survei Indonesia Denny JA. 

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah dalam rilisnya, Senin (2/12/2024). Hasil hitung cepat tersebut disampaikan setelah data masuk 100 ?n dengan tingkat partisipasi pemilih (VTO) sebesar 63,2 %.

Dengan margin of error plus minus 1 %, kata Toto, hasil quick count tersebut selama ini tak pernah berbeda jauh dengan hasil real count KPU Jabar yang pada saatnya nanti akan diumumkan secara resmi. Dan tentu saja, versi KPU itulah yang nanti akan menjadi hasil finalnya.

Dari hitung cepat yang dilakukan LSI Denny JA, lanjutnya, tiga Paslon yang tertinggal jauh di bawah Dedi – Erwan adalah  Ahmad Syaikhu – Ilham Habibie yang diusung PKS dan Nasdem dengan 18,78 %, Acep Adang Ruhiat -  Gitalis Dwinatarina  yang diusung PKB,10,40 ?n paling buncit, Jeje Wiradinata – Ronal Surapradja yang diusung PDIP 8,98 %.

Menurut Toto, keempat faktor utama yang membuat tiga paslon tersebut tertinggal jauh dari Dedi – Erwan adalah, pertama, karena secara personal, ada sosok Dedi Mulyadi sebagai calon gubernurnya yang sudah memiliki tingkat pengenalan dan kesukaan yang cukup tinggi. 

Apalagi, kata Toto, Dedi Mulyadi sudah masuk dalam kategori kandidat yang pengenalan dan kesukaannya berbanding lurus. Yaitu, sudah dikenal oleh sekitar 92,1 ?n disukai oleh sekitar 88,6 %. Ini angka ideal seorang kandidat yang punya potensi kuat untuk menang. 

Toto membandingkan dengan tiga paslon lainnya, yang  rata-rata masih terkendala problem pengenalan. Bahkan, ketiga paslon tersebut belum memenuhi standar pengenalan minimal 70 %, termasuk Ahmad Syaikhu. Sementara, dua paslon lainnya, rata-rata baru dikenal oleh sekitar 50 %.

Adapun kesukaan terhadap Dedi Mulyadi, kata Toto, karena dia dianggap sebagai figur yang mampu, peduli dan merakyat. Persepsi positif tersebut muncul karena Dedi punya kemampuan mengemas seluruh rangkaian kegiatannya dengan efek emosional publik. 

“Termasuk, melalui kemasan seni dan budaya Sunda yang hadir dan tampil di hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, yang makin mendekatkan dirinya dengan pemilih. Disitu ada dialog, ada humor, ada pesan kemanusiaan dan bahkan ada tangis saat Kang Dedi menyentuh bagian emosi rakyat yang hadir,” katanya. 

Menurut Toto, kemasan seperti itulah  yang  membuat Dedi Mulyadi punya brand personal yang khas dan kuat sebagai tokoh Sunda Jawa Barat yang cinta dan peduli terhadap seni, tradisi dan budaya Sunda. Sehingga, Dedi pun populer dipanggil Bapak Aing.  

Faktor kedua, lanjut Toto, adanya ekspresi kesukaan mayoritas publik kepada Dedi Mulyadi yang tergambar dari pemilih militan (strong supporter) yang cukup tinggi, yaitu 55,4 %. Ini angka strong supporter yang jarang terjadi. Bandingkan dengan tiga  paslon lain yang pemilih militannya dibawah 10 %.

Faktor ketiga, jelas Toto, karena dukungan kuat  mayoritas publik  kepada paslon yang diusung Gerindra, Golkar, Demokrat dan PAN itu cukup merata di aneka segmen demografis, mulai dari suku, agama, gender, tingkat penghasilan, pendidikan, profesi, pilihan Ormas dan Parpol. Termasuk, unggul juga di seluruh Dapil dan Kabupaten.

Faktor keempat, kata Toto, karena Dedi Mulyadi punya kemampuan melakukan kapitalisasi seluruh kegiatan dan pesan kampanyenya dengan massif.  Tentunya, lewat aneka platform media sosial, berita online, dan TV dengan newsvalue yang kuat. Dan ini dilakukannya dari jauh hari sebelum masuk  masa kampanye.

“Dari rangkaian kegiatan dengan  kemasan yang newsvalue dan berefek emosional publik itu, sangat  wajar jika Kang Dedi sudah punya modal pengenalan dan kesukaan yang paling tinggi sebagai salah satu hukum besi untuk menang,” kata Toto.

Terkait peran sejumlah parpol yang tergabung dalam KIM Plus dalam mendongkrak popularitas dan elektabilitas Dedi Mulyadi, Toto mengatakan diplomatis, tak pernah berbanding lurus antara kemenangan dan dukungan banyak partai politik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved