Sabtu, 25 April 2026

Respons Ketua DPW PKS Jabar Soal Melempemnya Mesin PKS di Pilkada Serentak 2024

Plt Ketua DPW PKS Jabar, Iwan Suryawan menyebut telah terjadi perbedaan siginifikan dalam pola pendekatan pemilih di Pilkada serentak 2024. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Plt Ketua DPW PKS Jabar, Iwan Suryawan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Plt Ketua DPW PKS Jabar, Iwan Suryawan menyebut telah terjadi perbedaan siginifikan dalam pola pendekatan pemilih di Pilkada serentak 2024. 

Pada Pilkada serentak ini, berdasarkan hasil hitung cepat sementara, pasangan yang diusung atau didukung PKS hanya mampu menang di sembilan daerah saja, sedangkan sisanya kalah. 

"Alhamdulillah, sebetulnya beberapa daerah kita masih menang, ini sesuatu yang bergilir saja. Sama seperti periode lalu, masih banyak yang belum bisa kita menangkan secara quick count, tapi kita ikut terus proses perhitungan sampai selesai, masih ada beberapa yang perhitungannya tipis," ujar Iwan, Jumat (29/11/2024). 

Menurutnya, banyak di antara kadernya yang belum populer di media sosial seperti kader partai lain. Sehingga kesulitan ketika dihadapkan pada Pilkada serentak yang memiliki waktu relatif singkat untuk kampanye.

Baca juga: PKS Belum Mau Menyerah di Pilkada 2024, Mayoritas Jagoan yang Diusungnya Kalah Versi Hitung Cepat

"Mungkin dengan teknologi ini yang menjadi perhatian, karena memang banyak di antara kita yang secara media tidak populer ya, tetapi paling mendasar bagi kita adalah kita coba evaluasi strategi apa yang harus kita evaluasi terkait Pilkada ini, karena Pilkada dan Pilgub serentak ini tentunya sangat jauh berbeda dengan pemilu kemarin," katanya. 

Iwan mencontohkan saat proses penentuan calon Gubernur yang akan diusung PKS, nama Ahmad Syaikhu muncul menjelang pendaftaran dan tidak memiliki banyak waktu untuk sosialisasi.

"Calon Gubernur itu masuknya di injury time, pas mau kampanye, jadi waktunya sangat pendek, tapi kalau gerak dari internal tetap jalan, solid kalau itu sih. Cuma itu tadi, soliditas kita melawan popularitas media ini yang berat juga," ucapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya bakal melakukan evaluasi untuk mencari tahu apa yang salah dalam strategi yang diterapkan pada Pilkada serentak tahun ini.

"Kita lakukan evaluasi kenapa kondisi ini terjadi, walaupun kita menyadari telah terjadi perbedaan yang cukup siginifikan di dalam pendekatan pemilih," katanya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved