Selasa, 14 April 2026

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Bey Machmudin Tinjau Langsung Industri Pengolahan Susu

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kualitas susu untuk menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi aman

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin meninjau langsung Industri Pengolahan Susu (IPS) di pabrik PT. Ultrajaya Milk Industry di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/11/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kualitas susu untuk menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi aman.

Hal itu dipastikan Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin setelah memantau langsung Industri Pengolahan Susu (IPS) di pabrik PT. Ultrajaya Milk Industry di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/11/2024).

Dalam kunjungannya itu, Bey didampingi Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Siti Rochani, Kepala Biro BUMD dan Investasi Setda Jabar Lusi Lesminingwati, Kepala DESDM Jabar Ai Sadiiyah dan Direksi PT. Migas Utama Jabar (MUJ).

Dikatakan Bey, IPS merupakan komponen dalam upaya pemenuhan kebutuhan susu dari program MBG yang sudah ditetapkan Presiden RI pada 2025.

Baca juga: Cerita Lucu Pembagian Makan Bergizi Gratis di Pangandaran, Anak-anak Ketakutan DIkira Mau Disuntik

"Karena itu, IPS didorong untuk bisa memaksimalkan produksi melalui produk yang berasal dari Susu Segar Dalam Negeri (SSDN)," ujar Bey, Selasa (20/11/2024).

Bey mengaku melihat langsung, bagaimana kesiapan dan proses produksi sekaligus penggunaan energi baru terbarukan yang diterapkan pihak Ultrajaya.

Bey sendiri memastikan program Makan Siang Bergizi ini sudah diujicobakan di beberapa kabupaten dan kota di Jabar. Salah satunya di Sumedang.

"Evaluasinya bagus dan semua mendukung, jadi artinya memang baik program itu dan memberdayakan ekonomi lokal," katanya.

Baca juga: Menkop Dorong Susu KPBS Pangalengan di Program Makan Bergizi Gratis, Siap Bantu Tingkatkan Produksi

Sementara itu, DKPP Jabar sendiri memastikan para pelaku usaha sudah berkomitmen mendukung peningkatan produksi dan populasi ternak sapi perah di Jawa Barat serta menindaklanjuti program quickwins Astacita (makan bergizi dan minum susu) Presiden Prabowo Subianto.

Plt Kepala DKPP Jabar Siti Rochani mengatakan, pihaknya melakukan tindak lanjut hasil komitmen dukungan penambahan populasi sapi perah antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dengan para pengusaha. 

Menurutnya dalam rapat yang digelar pekan lalu, salah satu upaya peningkatan populasi dan produksi sapi perah di Jawa Barat adalah melalui importasi sapi perah.

Impor sapi perah dilakukan dalam bentuk investasi swasta, yang menghadirkan penambahan tenaga kerja, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan kualitas bibit di masyarakat dan sebagainya.

Baca juga: Menkop Sebut Pasokan Pangan Ponpes Al-Ittifaq Bandung Bisa Sumbang Program Makan Bergizi Gratis

Dari pertemuan itu, kata dia, para pengusaha juga meminta dukungan dari pemerintah seperti kemudahan importasi sapi, kemudahan pemanfaatan lahan, kemudahan perizinan, tax allowance,kemudahan pajak, insentif, skema pembiayaan, asuransi ternak, dukungan sarana prasarana, dukungan logistik, pendampingan teknis, dan regulasi.

Hasilnya, kata Siti Rochani, relatif menggembirakan di mana total perusahaan sapi perah yang sudah berkomitmen untuk berinvestasi di Jawa Barat selama 2025-2029 ada sebanyak 12 perusahaan. 

“Total populasi impor sapi perah adalah 337.350 ekor, dan pada tahap pertama di tahun 2025 total populasi adalah 5.004 ekor,” ujar Siti.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved