Pilkada Bandung Barat 2024
Jeje Govinda Senggol Gilang Dirga saat Debat Pamungkas Pilkada Bandung Barat
Di lokasi yang sama, Gilang Dirga terlihat tak ikut menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Jeje.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Paslon Nomor Urut 1 Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirgahari (Dilan) menyampaikan soal komitmen mereka untuk menghilangkan korupsi yang telah merusak citra Bandung Barat.
"Dalam survei KPK Bandung Barat pada posisi terbawah, skorny 60,16. Ini urutan 27 dari 27 kabupaten kota yang disurvei, ini kondisi memprihatinkan. Banyak keluhan pelayanan publik di masyarakat Bandung Barat hingga probel melayani. Paslon Dilan misi pertama kita adalah mewujudkan birokrasi yang bersih inovatif dan melayani," kata Paslon Dilan.
Kemudian, Paslon Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail menyinggung soal ketertinggalan Bandung Barat dengan Kabupaten maupun Kota lain di Jabar.
Menurutnya, ketertinggalan Bandung Barat terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap kemajuan Bandung Barat.
"Depok Karawang Kabupaten Bandung semuanya mengalami kemajuan pesat. Di Bandung Barat rata-rata tidak lulus SMP. Inti masalahnya bukan tidak ada uang atau anggaran tapi inti permasalahannya adalah tidak ada kepedulian dari pemerintah terhadap masyarakat," kata Paslon yang kerap disapa dengan Berjamaah tersebut.
Sementara itu, Paslon Nomor Urut 3 Hengki Kurniawan-Ade Sudradjat Usman (Hade) mengaku siap memberikan pelayanan publik yang lebih baik bagi warga Bandung Barat.
"Hade siap melanjutkan kembali pelayanan publik yang terbaik untuk masyarakat," kata Hengki.
Hengki pun sempat menyinggung soal tingkat kepuasan warga Bandung Barat saat dirinya memimpin Bandung Barat sebagai Bupati.
"Tingkat kepuasan publik kepada kami 76,07 persen, menjadi motivasi kami untuk terus melakukan inovasi yang terbaik," ujar Hengki.
Kemudian, Paslon Edi Rusyandi-Unjang Asari (Edun), menyinggung soal permasalahan birokrasi di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat sebelumnya.
Mulai dari soal hubungan tak harmonia Bupati dan Wakil Bupati, permasalahan rotasi dan mutasi, hingga defisit anggaran.
"Data Fakta menunjukkan 5 tahun periode terakhir pemerintahan KBB sungguh sangat memprihatinkan, Bupati dan Wakil Bupati tidak akur, rotasi mutasi bermasalah gaji pegawai dan kades sering terlambat, defisit anggaran," kata Edi.
"Ke depan perlu tata kelola serius dalam tata kelola pemerintahan. Paslon edun akan akur dari awal hingga akhir," tegas Edi.
Terakhir, Paslon Nomor Urut 5, Sundaya-Asep Ilyas berkomitmen untuk menciptakan birokrasi yang lebih baik di Bandung Barat.
"Kami siap menyongsong pelayanan yang prima ke depan. Dimana saat ini masih banyak permasalahan, kemiskinan 180 ribu masyarakat miskin, pengangguran 76 ribu. Kami akan menjawab tantangan permasalahan itu," kata Sundaya.
| Nama Raffi Ahmad dan Mendes PDT Disebut dalam Sidang Sengketa Pilkada Bandung Barat di MK |
|
|---|
| Sosok Syahnaz Sadiqah, Calon Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat Jika Jeje Menang Pilkada 2024 |
|
|---|
| Alasan Jeje Govinda Menang di Bandung Barat hingga Buat Hengky Kurniawan dan Gilang Dirga Gigit Jari |
|
|---|
| Sosok Syahnaz Adik Raffi Ahmad, Calon Ketua PKK Bandung Barat setelah Jeje Govinda Unggul di Pilkada |
|
|---|
| Sebanyak 20 Petugas Pilkada di Bandung Barat Dirawat di Puskesmas, 1 Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/debat-pamungkas-Pilkada-Bandung-Barat-Senin-18112024.jpg)