Selasa, 12 Mei 2026

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Buka Suara soal Video Viral Siswa SMA yang Tak Hafal Perkalian

Belakangan ini media sosial tengah diramaikan soal siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak bisa hafal perkalian.

Tayang:
(Dokumen Kemendikdasmen)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta Selatan, Senin (11/11/2024) 

TRIBUNJABAR.ID - Belakangan ini media sosial tengah diramaikan soal siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak bisa hafal perkalian.

Video itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram seorang guru matematika SMAN 1 Siberit Barat yaitu @fachri_1412.

Dalam video itu tampak seorang siswa SMA berseragam Pramuka sedang mengikuti kuis matematika dengan menyebutkan hasil perkalian dasar, namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan, pihaknya tidak pernah menutup mata dengan adanya kasus anak sekolah dasar dan menengah tidak berhitung matematika dasar.

Tidak boleh lakukan overgeneralisasi

Akan tetapi, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan generalisasi terhadap kasus semacam ini yang viral di media sosial.

Baca juga: Viral Lulusan SMK Tak Bisa Perkalian Lamar Pelatihan Jadi Pegawai Magang ke Jepang, Netizen Prihatin

"Kita tidak boleh melakukan overgeneralisasi. Sehingga kita harus berhati-hati terhadap berbagai macam informasi yang ada," kata Prof. Mu'ti di Mabes Polri, Selasa (12/11/2024), dikutip dari Kompas.com.

Prof. Muti menyebut, harus diperiksa terlebih dulu apakah yang viral itu tengah mengalami kondisi tertentu yang menyebabkan mereka tidak bisa berhitung perkalian.

Sebab, Prof. Mu'ti juga mengaku menemukan siswa kelas 1 SD sudah mahir membaca dan berhitung. 

"Itu adalah realitas yang tidak bisa kita abaikan tetapi juga kemudian tidak boleh overgeneralisasi terhadap kasus-kasus itu. Yang penting bagi kita, itu adalah tantangan. Kemudian kita harus mencari jalan keluar bagaimana," ujarnya.

Atasi tantangan soal peningkatan literasi dan numerasi

Prof. Muti menegaskan pihaknya akan mengatasi semua tantangan di dunia pendidikan termasuk soal peningkatan literasi dan numerasi.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memang sedang fokus untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa Indonesia begitu pula dengan kemampuan guru matematika.

Baca juga: Mengenal Deep Learning Disebut Mendikdasmen Abdul Muti Bakal Gantikan Kurikulum Merdeka Belajar

"Kalau ada masalah seperti itu (video viral anak sulit berhitung matematika dasar) kami tidak menutup mata. Kami mencoba untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dan karena itu maka termasuk program prioritas kami literasi dan numerasi," ungkapnya. 

Sebelumnya, Prof. Mu'ti sempat mengatakan, siswa sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) nantinya juga akan dikenalkan konsep dasar dari mata pelajaran matematika. 

Selain itu, Prof. Mu'ti mengatakan pada tahun 2025 juga akan ada pelatihan khusus untuk guru matematika demi meningkatkan kemampuan numerasi.

Baca berita Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved