Rabu, 8 April 2026

Edukasi Tentang Andropause dan Menopause: Memahami Perubahan Hormonal pada Pria dan Wanita

Pada wanita, kondisi ini dikenal sebagai menopause, sementara pada pria, fenomena serupa disebut andropause.

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Seiring bertambahnya usia, pria dan wanita mengalami perubahan hormon yang signifikan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik hingga emosional. Pada wanita, kondisi ini dikenal sebagai menopause, sementara pada pria, fenomena serupa disebut andropause. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seiring bertambahnya usia, pria dan wanita mengalami perubahan hormon yang signifikan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik hingga emosional.

Pada wanita, kondisi ini dikenal sebagai menopause, sementara pada pria, fenomena serupa disebut andropause.

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala yang memengaruhi kualitas hidup. 

Namun, pemahaman yang tepat tentang perubahan ini dapat membantu individu mengelola gejalanya dengan lebih baik dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Apa Itu Menopause?

Menopause adalah kondisi yang dialami oleh semua wanita sebagai bagian dari proses penuaan alami.

Menopause menandakan berakhirnya siklus menstruasi secara permanen, yang biasanya terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun.

Kondisi ini terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron, dua hormon utama yang mengatur siklus menstruasi dan reproduksi.

Gejala Menopause

Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan emosional, antara lain:

1. Hot flashes: Sensasi panas yang tiba-tiba pada tubuh, terutama di wajah, leher, dan dada.

2. Keringat malam: Berkeringat secara berlebihan di malam hari, sering kali mengganggu tidur.

3. Perubahan suasana hati: Depresi, kecemasan, dan mudah marah sering terjadi selama menopause.

4. Gangguan tidur: Insomnia atau sulit tidur.

5. Kekeringan vagina: Penurunan estrogen dapat menyebabkan penipisan dan kekeringan pada dinding vagina, menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved