Pilkada 2024
Pakar Komunikasi Minta Peran Panelis Lebih Dilibatkan Agar Debat Tidak Monoton
Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Padjajaran, Lely Arrianie, menyoroti peran panelis di debat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Padjajaran, Lely Arrianie, menyoroti peran panelis di debat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Menurut Lely, tugas panelis di antaranya mengatur waktu, menilai argumen, menyediakan pertanyaan hingga menjaga ketertiban selama debat berlangsung.
"Kita sudah menyaksikan debat Pilpres, dan beberapa di Pemilihan Kepala Daerah ,(Pilkada), debat itu seperti monoton, panelis seperti tidak difungsikan sama sekali. Kemarin saya kritik, penelis kalau hanya bikin soal terus saat pelaksanaan debat hanya mengundi soal dan membuka soal apa fungsinya, harusnya panelis bisa interaktif," ujarnya, saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (29/10/2024).
Baca juga: Jelang Debat Paslon Pilwakot Bandung, Paslon Dandan-Arif: Mengalir Seperti Air
Lely menyebut debat telah diatur sedemikian rupa, dan yang diizinkan bertanya hanya moderator.
Kemudian, dia menyoroti materi yang ditetapkan berujung pada penguasaan wilayah.
"Jadi bisa melihat paslon mana yang paham kondisi urgent di wilayah tersebut, dan bagaimana persoalannya harus diselesaikan, baik di bidang pendidikan,
kesehatan, ekonomi, tenaga kerja dan lainnya. Kalau paslon tidak menguasai persoalan di daerah itu, jadi sulit," ujarnya.
Dalam waktu dekat, debat pertama Pemilihan Wali Kota Bandung dan Pemilihan Kepala Daerah Bandung akan segera dihelat. Lely menuturkan, meski beberapa calon berlatar belakang entertainment tidak menjamin bisa menguasai materi, hingga public speaking.
Baca juga: Australia Pilih Main Aman Lawan Timnas Indonesia U17, Media Vietnam Tuding Satu Kejanggalan
"Meskipun dia artis tapi tidak biasa menguasai panggung ataupun materi sendiri, belum tentu bisa jadi bintangnya pada saat debat," tegasnya.
Dia menambahkan, bila paslon bisa menguasai materi, memberi jawaban yang logis dan relevan bisa jadi disoroti oleh masyarakat sebagai calon yang memumpuni.
Lely tak menampik latar belakang paslon mampu mendongkrak elektabilitas di kontesta Pilkada.
"Seperti contohnya saat Pilgub 2014, secara survei pasangan lain yang akan naik tapi kenyataannya berbeda. Lembaga survei itu, kan sebagai acuan bagi mereka untuk lebih giat lagi menata keinginan publik terhadap mereka."
"Pada saat itu yang menang Ahmad Heryawan dan wakilnya dari artis, Dede Yusuf, Deddy Mizwar. Namun, komponen dari artis ini belum tentu membuat masa itu bergeming," ungkapnya.
Lely menambahkan, paslon diharapkan mampu menunjukan kualitas diri dengan penguasaan materi dan program yang relevan dengan permasalahan yang ada. (*)
| Sosok Ratu Rachmatu Zakiyah Istri Mendes, Batal Dilantik Jadi Bupati Serang karena Suami Cawe-cawe |
|
|---|
| Jadwal Sidang Gugatan MK untuk Sengketa Pilkada 2024, Ada 11 Daerah di Jabar yang Mengajukan |
|
|---|
| Saan Mustopa Sebut Partai NasDem Menang di 16 Daerah dari 27 Kabupaten Kota Pada Pilkada 2024 |
|
|---|
| KPU Targetkan Rekapitulasi Pilkada Jawa Barat Selesai pada 9 Desember, Empat Daerah Sudah Selesai |
|
|---|
| Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa Diduga Korban Penyalahgunaan AI, Berikut Klarifikasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Debat-Publik-Perdana-Dikdik-Bagja-Unggul-Data-Pendukung-Paslon-No-2-Dan-3-Langgar-Aturan.jpg)