Kamis, 14 Mei 2026

Dedi Mulyadi : Anggota Dewan Harus Bisa Membaca Kebutuhan Dasar Warganya, Masih Ada Sekolah Rusak

Calon Gubernur Jabar nomor urut empat Dedi Mulyadi mengatakan, penyusunan anggaran di legislatif masih menjadi masalah krusial.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ichsan
dok.warga
Dedi Mulyadi : Anggota Dewan Harus Bisa Membaca Kebutuhan Dasar Warganya, Masih Ada Sekolah Rusak 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon Gubernur Jabar nomor urut empat Dedi Mulyadi mengatakan, penyusunan anggaran di legislatif masih menjadi masalah krusial.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat menjadi pembicara dalam acara bimbingan teknis (Bimtek) Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi dari DPD Golkar Jabar, di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Kamis (24/10/2024).

Menurutnya, anggota legislatif harus mampu menerjemahkan apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat Jabar.

"Problem di kita itu kan penyusunan anggaran, di penyusunan anggaran itu, sering kali kita tidak bisa baca apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," ujar KDM.

Dedi Mulyadi kemudian memberikan contoh, di mana saat ini negara maju sedang sibuk merencanakan perjalanan ke luar angkasa, sementara di Jabar masih berkutat dengan infrastruktur sekolah yang tidak layak. 

"Kita masih menemukan SD yang rusak, bangku reyot, daya tampung SMP dan SMA tidak cukup, kan mestinya tidak terjadi," katanya.

Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, kondisi itu akan diubah dengan penyediaan ruang sekolah yang memadai dan itu pun bakal menjadi fokus KDM, jika terpilih sebagai Gubernur Jabar. 

"Termasuk penyediaan makan yang memadai untuk anak-anak sekolah," katanya.

Program makan bergizi gratis, kata KDM, bukan sesuatu yang baru. Sebab, saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, KDM pernah membuat program minum susu dan makan telur setiap minggu untuk siswa sekolah.

"Tinggal bagaimana membuat ramuannya saja dengan kebijakan pemerintah saat ini, saya ketika jadi bupati dulu sudah bikin program minum susu dan makan telur dalam setiap minggu dan itu dianggarkan oleh pemerintah Kabupaten, kalau sekarang dianggarkan pemerintah pusat, terintergrasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota ya sangat bahagia," katanya.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved