Viral hingga Ramai Pelanggan, CEO Jabarano Jaga 'Mental' Dapat Omset Milyaran
Jabarano merupakan salah satu coffee shop yang viral dan selalu ramai oleh pengunjung hingga wisatawan daerah maupun mancanegara.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di balik kesuksesan CEO Jabarano, Arnold Dharmma tentunya tidaklah instan bisa langsung ramai punya banyak pelanggan.
Arnold mengatakan, sebelum memberanikan diri membangun bisnis Jabarano, ia sudah beberapa kali mencoba membangun usaha yang memang tidak berjalan lancar.
Pemuda berusia 33 tahun ini mengatakan, sebelum memulai usaha, ia merupakan pegawai kerja biasa. Setelah selesai bekerja, ia pun sempat membuka usaha roasting kopi di masa Pandemi Covid-19.
“Saat pandemi, banyak coffee shop yang tutup. Banyak orang yang ingin ngopi tapi nggak bisa ke coffee shop. Jadi kita jualan kopi untuk serve langsung dengan cara menjual biji kopinya lewat WhatsApp,” kata Arnold saat ditemui di Jabarano Braga, Selasa (15/10/2024).
Baca juga: Mengintip Menu Favorit Ridwan Kamil di Jabarano Coffee, Mie Goreng Rempah sampai Cilok Tasikmalaya
Usaha lain yang dijalaninya adalah membuat usaha fesyen, dengan menghadirkan celana jeans ukuran big size.
“Saat itu saya gemuk dan marketnya memang fokus untuk orang-orang yang big size dengan berat 80kg ke atas,” ucapnya.
Saat itu, Arnold menceritakan usaha fesyen yang dibukanya ini memang belum mendapatkan keuntungan namun modalnya sudah kembali.
Meskipun usahanya berjalan, namun ia merasa belum menemukan ‘feel’ yang pas untuk tetap meneruskan usaha jeansnya ini.
Sebagai pecinta daging dan senang memasak, Arnold pun pernah membuka usaha smokey dan berjalan lancar.
“Penjualan smokey bagus yang awalnya cuma produksi 6 ekor ayam sampai dapat pesanan produksi sampai 100. Tapi sayangnya nggak kekejar dan saya sadar kemampuan diri, jadi tutup dulu daripada orang kecewa,” ujarnya.
Di masa pandemi, Arnold pun sempat menjadi konsultan kopi di Kabupaten Bandung. Antusiasme pun ramai setelah satu tahun berjalan.
Hingga akhirnya Arnold mencoba membangun Jabarano dan semakin ramai meskipun baru berjalan 1 tahun 5 bulan.
“Kalau di kopi saya sudah ambil sertifikasi internasional, saya di kopi ini nggak sengaja tapi ternyata bagus juga jalannya,” ujarnya.
Tingginya antusiasme masyarakat untuk datang ke Jabarano pun cukup tinggi, bahkan banyak yang rela antri untuk bisa mencicipi kopi dan makanan yang ada di Jabarano.
| Harga Plastik Naik, Coffe Shop di Taman Cibeunying Kota Bandung Imbau Konsumen Bawa Tumbler |
|
|---|
| Siasat PT Pos Properti Balikkan Tekanan Ekonomi Jadi Peluang di Sektor Ruang Komersial |
|
|---|
| Tak Pulang Kampung ke Sumedang karena Biaya, Rudi Pilih Jualan Kopi di Jalur Mudik Karawang |
|
|---|
| Muncul di Lebaran 2026, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Pembuat Konten Hoaks |
|
|---|
| Pegadaian Selalu Hadir Dampingi Nasabah, Ajak Kelola THR Lebih Bijak lewat Investasi Emas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/CEO-Jabarano-Arnold-Dharmma.jpg)