Rabu, 8 April 2026

Pilkada Jawa Barat

Dedi Mulyadi Dorong Perguruan Tinggi Teliti Falsafah Sunda

Dedi Mulyadi mendorong mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan penelitian tentang falsafah Sunda. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Dedi Mulyadi, calon gubernur Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat, Dedi Mulyadi, mendorong mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan penelitian tentang falsafah Sunda. 

Hal itu diungkapkan saat diundang dalam acara Rapat Kerja (Raker) Nasional Paguyuban Pasundan 2024, di Sekretariat Pasundan, Jalan Kenari, Kota Bandung, Sabtu (19/10/2024). 

Menurutnya, nilai-nilai ajaran Sunda pemahamannya menjadi mistik. Harusnya, kata dia, dimasukkan ke latar belakang akademik, segera diteliti.

"Apa makna dari tulisan itu (buhun), dari makna-makna itu lahirlah nanti karya-karya ilmiah. Jadi, saya ingin nanti ada jurnal-jurnal internasional memiliki latar berpikir akademik berdasarkan dari falsafah kesundaan," ujar Dedi.

Baca juga: Erwan Setiawan Optimistis Elektabilitas Pasangan Dedi-Erwan Meningkat Setelah Debat Kandidat Pertama

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menyebut selama ini hampir tidak ada penelitian ilmiah tentang falsafah Sunda. 

"Hampir enggak ada, karena tidak berani. Jadi dianggap bahasa dukun, itu salah. Itu adalah bahasa akademik pada zamannya. Jadi, nanti harus ada lab. Saya yakin, lab yang paling lengkapnya (tentang falsafah Sunda) pasti di Belanda," ucap Dedi.

Baca juga: Apa Kata Dedi Mulyadi Tentang Penanganan Sampah dan Kemiskinan di Kota Bekasi?

Disebut kebudayaan, kata KDM, bukan hanya suling dan gedung. Tapi, bagaimana sejarahnya, manuskripnya dan bagaimana cita-cita besar tentang pembangunan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved