Dedi Mulyadi Bakal Menata Desa Jadi Destinasi Wisata yang Punya Ciri Khas, Adaptasi Lembur Pakuan
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mengatakan, Lembur Pakuan dibangun selama empat tahun sebagai contoh masa depan desa di Jabar.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembangunan Lembur Pakuan di Kabupaten Subang, bakal diadaptasi ke desa-desa di Provinsi Jabar, jika pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan terpilih di Pilgub Jabar 2024.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mengatakan, Lembur Pakuan dibangun selama empat tahun sebagai contoh masa depan desa di Jabar.
"Bersih, airnya lancar, tidak ada kriminalitas, kemudian masyarakatnya memiliki kecukupan sandang, pangan dan rata-rata orang di tempat saya bekerja. Maksudnya, enggak ada orang nongkrong, nganggur gitu, enggak ada," ujar Dedi, Sabtu (19/10/2024).
"Jangan ada kalimat desa wisata, itu cara berpikir sesat menurut saya. Yang benar itu, semua desa harus ditata, maka setiap desa akan menjadi tempat destinasi yang punya ciri khas masing-masing," tambahnya.
Selain itu, kata dia, dalam lima tahun pihaknya ingin menyiapkan 10 ribu anak-anak Jawa Barat untuk disiapkan sebagai generasi penerus yang memiliki karakter.
"Jadi, siangnya kuliah di engineer, malamnya dia tinggal di komplek tentara, untuk pembentukan karakter. Cina dan Korea sudah berhasil dengan itu," katanya.
Hari ini, kata dia, ladang sawah di desa-desa itu kosong, tidak ada yang gembala domba, anak-anaknya berkumpul di saung tidak melakukan aktivitas apa-apa, sedangkan orang tuanya menekuni pertanian.
"Sehingga nanti saya mau sistem sekolah misalnya SMK-nya mengarah pada pembangunan sarana-prasarana industri yang berbasis pertanian, jadi anak-anak nanti mainnya di sawah, tapi nyemprot pertanian pakai drone, nyangkul pakai robot, harus begitu," katanya.
Program ini, dapat dikerjasamakan dengan Universitas yang ada di Jabar seperti ITB, Unpas, Unpad dan lainnya.
"Ya, Saya ingin nanti ya Universitas Pasundan, ITB, Unpad akan saya kerjakan, kemudian sarjana tekniknya engineer-nya harus segera disebar," ucapnya.(*)
Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar Segera Berakhir, Jangan Sampai Terlewat |
![]() |
---|
Pengamat Respons SE Gubernur Dedi Mulyadi Soal Larangan Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi |
![]() |
---|
Pedagang Bandung Respons Larangan Knalpot Brong: Kami Hanya Penuhi Permintaan Pasar |
![]() |
---|
Polrestabes Bandung Dukung Langkah Gubernur Dedi Mulyadi Larang Penjualan Knalpot Brong |
![]() |
---|
Rekam Jejak Asep Japar, Bupati Sukabumi Buat Dedi Mulyadi Geram, Sulit Dihubungi soal Jembatan Putus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.